67 Sekolah Terdampak Banjir Mulai Aktivitas Belajar Mengajar

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Dari hasil pendataan yang dilakukan jajaran Kodim 0729 Bantul setidaknya ada 15 SD, 45 SMP dan 7 SMA di wilayah ini terkena dampak bencana banjir yang terjadi lebih dari seminggu lalu. Secara fisik tak ditemui adanya kerusakan bangunan cukup berarti, hanya saja air banjir yang menyisakan lupur memaksa proses belajar mengajar sempat terhambat.

Rata-rata dampak yang ditimbulkan yakni ruang kelas yang dipenuhi lumpur, rusaknya peralatan sekolah dan buku-buku pelajaran yang basah akibat terendam banjir. Akibat kondisi itu beberapa sekolah sempat memindah proses belajar mengajar di tempat lain sembari proses pembersihan dilakukan.

“Puluhan sekolah dari tingkat SD hingga SMA sempat terendam banjir dan menghentikan proses belajar siswa. Namun mulai Senin (04/12/2017) kemarin sekolah telah dibuka kembali dan siswa telah bisa memulai aktivitas belajarnya,” ungkap Komandan Kodim (Dandim) 0729 Bantul, Letkol (Inf) Agus Widianto didampingi Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0729 Bantul, Mayor (Inf) Suwarno di makodim setempat, Jumat (08/12/2017).

Walau kegiatan belajar mengajar telah mulai berlangsung namun proses pembersihan tetap terus dilakkan para prajurit beserta relawan. Lumpur bercampur sampah yang masih menghiasi halaman sekolah dibersihkan agar tak mengganggu kesehatan siswa saat belajar.

Beberapa bangku murid yang rusak juga diperbaiki serta tak ketinggalan buku-buku pelajaran yang masih hanya basah dan tidak rusak coba diselamatkan dengan cara dijemur. Saat ini hampir lebih dari separuh sekolah terdampak banjir telah benar-benar bersih, sedangkan sisanya masih terus dilakukan proses pembersihan.

“Kami telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengupayakan secepatnya seluruh sekolah dapat dibersihkan. Saat ini yang penting proses belajar berjalan dahulu sambil pembersihan terus dilakukan,” tegasnya. (Van)

BERITA REKOMENDASI