70 Karya Fotografi Semarakkan TKMFI

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Himpunan Mahasiswa Jurusan Fotografi, Fakultas Seni Media Rekam ISI Yogyakarta menggulirkan program Temu Karya Mahasiswa Fotografi Indonesia’ (TKMFI). Perhelatan TKMFI merupakan kegiatan sebagai salah satu penunjang tri dharma pendidikan mulai 8 hingga 14 November 2021 di Galeri Pandeng FSMR ISI Yogyakarta.

“Dari ajang TKMFI ini tentu harapanya dapat melahirkan eksistensi, aliran, gaya serta jenis baru pada perkembangan dunia fotografi,” ujar Ketua Pelaksana TKMFI, M Medianto Saputra, Senin (08/11/2021).

Tidak kalah penting dari kegiatan tersebut ialah merawat serta menjadi jembatan dan mempererat sillaturahmi dari berbagai kampus, lintas angkatan. Dijelaskan setiap tahun selalu berganti yang bertindak sebagai tuan rumah.

Tahun ini mengambil tema ‘Photography in Diversity. Artinya fotografi dalam berbagai keanekaragaman, baik dalam konteks teknis maupun penyampaian karyanya karena seiring perkembangan zaman, fotografi harus melahirkan eksistensi aliran, gaya dan jenis baru.

Sehingga fotografi secara tidak langsung sudah membangun sebuah keberagaman. Dalam ajang TKMFI 2021 fragmen-fragmen fotografi bakal dipertemukan dalam satu ajang festival fotografi berskala nasional.

Sementara, TKMFI tahun ini melibatkan tujuh kampus yang punya jurusan fotografi di Indonesia untuk berpartisipasi yakni Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Institut Seni Indonesia Surakarta, Institut Seni Indonesia Denpasar, Institut Seni Indonesia Padang Panjang, Universitas Trisakti, Jakarta, Universitas Pasundan, Bandung serta Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta. “Dalam TKMFI yang lolos kurasi ada 70 karya,” ujarnya.

Sementara Dekan Fakultas Seni Media Rekam ISI Yogyakarta, Dr Irwandi, MSn mengatakan, salah satu fokus dari seni media rekam ialah peningkatan soft skill mahasiswa. TKMFI menjadi salah satu konsen bagi Fakultas Seni Media Rekam mempersiapkan mahasiswa setelah lulus.

Pesertanya dari setidaknya 7 perguruan tinggi yang memiliki program studi fotografi. Disrupsi kini sudah nyata, sehingga mahasiswa butuh berjejaring, butuh bekal butuh soft skill untuk menghadapi masa depan. Orientasi kegiatan TKMFI salah satunya mendorong mahasiwa bener bener siap menghadapi masa depan. (Roy)

BERITA REKOMENDASI