80 Bocah Ikuti Sunat Massal dalam Pesawat Boeing

Editor: Ivan Aditya

BANTUL (KRjogja.com) – Forum Ta’aruf Indonesia (Fortais) Sewon dan Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta selenggarakan sunat massal gratis di dalam pesawat Boeing 737 seri 200. Pesawat yang berada di lingkungan kampus STTKD tersebut dipergunakan menyunat 80 peserta, setelah sebelumnya terdapat 500 orang pendaftar.

Konsep yang unik membuat peserta datang dari berbagai kota. Ketua Fortais Sewon, Ryan Budi Nuryanto mengungkapkan peserta tidak hanya datang dari Yogyakarta, tetapi juga terdapat dari kota-kota lain seperti Bandung, Jakarta, Semarang, dan sekitarnya. “Dari Jakarta ada lima, Bandung ada satu, Semarang ada satu, Rembang ada satu, dan Boyolali juga satu,” ujarnya disela-sela acara kepada KRjogja.com, Sabtu (17/12/2016).

Pandu Syakif Adiasta Rusydi (9), merupakan salah satu peserta sunat massal yang datang dari Boyolali. Pandu mendaftarkan diri setelah mendapatkan informasi dari rekan ayahnya. “Dapat informasi by phone, acaranya menarik terus anaknya juga pengen sunat, akhirnya daftar,” ujar Ibnu Rusydi Al Ghozali (36).

Prosesi sunat Pandu tergolong unik. Saat peserta lain menangis ketika disunat, Pandu justru terlihat asik bermain games di gadgetnya. Ia memainkan berbagai permainan, mulai tembak-tembakan hingga petualangan.

Ditengah-tengah prosesi sunat, mendadak kuota internet gadget Pandu pun habis. Kemudian ia  mengatakannya kepada orang tuanya. Sembari mengatakan, Pandu berusaha mencari wifi untuk melanjutkan games nya. Sontak, hal tersebut membuat beberapa paramedis dan wartawan tertawa.

Pandu pun akhirnya melanjutkan bermain games di gadget milik ayahnya hingga prosesi sunat selesai. Menurut Ibnu, pemberian handphone tersebut untuk mengalihkan konsentrasi Pandu, sehingga ia tidak merasa takut.

Usai melakukan sunat, Pandu menceritakan perasaanya kepada wartawan. Ia mengaku tidak merasakan sakit dan takut, Pandu justru merasa senang dapat sunat di dalam pesawat. “Enggak sakit dan enggak takut, enak sunat di dalam pesawat,” ungkap Pandu yang merupakan siswa Madrasah Ibtidaiyah Negri (MIN) Boyolali tersebut. (Mg-10)

BERITA REKOMENDASI