Acuhkan Himbauan Tim SAR, Siswa SMK Ini Nekad Mandi di Parangtritis, Akibatnya..

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL (KRJogja.com) – Tim SAR berhasil menyelamatkan siswa SMK Perjuangan Bangsa Linggung Jawa Barat yang terserat gelombang di Pantai Parangtritis Kretek Bantul, Selasa (9/1). Satu siswa atas Siza Rahim (16) asal Majalengka harus dibawa ke Klinik Rawat Inap Dharma Husada Jalan Parangtritis lantaran kondisinya kritis. Sedang satu siswa lainnya berhasil ditangani  Tim di Posko SAR Parangtritis Kretek Bantul.  

Komandan SAR Kabupaten Bantul, Arif Nugraha mengatakan, peristiwa tersebut bermula ketika korban dan rekan-rekannya langsung main air di pantai setelah turun dari bus. Korban Siza Rahim bersama Didi Hermawan asal Majalengka langsung menceburkan diri di daerah palung Parangtiris. Melihat rombongan wisatawan datang, SAR terus berusaha memberikan himbauan agar tidak main air dekat palung. Sejumlah siswa mengindahkan peringatan dari SAR tersebut. Namun karena jumlahnya banyak, ada juga siswa yang nekat mandi ke laut.

Belum selesai menghalau siswa menjauh dari palung, dari kerumunan sisi timur terdengar suara minta tolong lantaran ada siswa terseret arus. Anggota SAR terdiri Catur Wibowo, Samsir dan  Sutadi menerobos gelombang menyematkan Siza  yang makin jauh terbawa arus ke tengah laut. Dalam tempo singkat tiga perosnel SAR berhasil membawa siswa tersebut ke tepi pantai dalam kondisi lemas. Tim medis dari SAR membawa siswa tersebut ke pos SAR untuk mendapatkan pertolongan.

Arif Nugraha mengatakan, sepanjang tahun 2017 lalu terdapat 19 kasus orang terseret gelombang di Pantai Parangtritis Kretek Bantul. Dari jumlah itu sedikitnya 32 wisatawan berhasil diselamatkan. "Tahun lalu tidak ada wisatawan meninggal akibat kecelakaan, dan kami selamatkan 32 orang," ujar Arif. (Roy)

 

BERITA REKOMENDASI