Ahli Kesehatan Serukan Prioritaskan Strategi Penanggulangan Covid-19

BANTUL (KR)- Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia (AIPTKMI) dan Peserta Konferensi Asia Pacific Partnership on Health and Nutritional Improvement (APHNI) menyerukan kepada pemerintah, Perguruan Tinggi, Industri, tokoh masyarakat, dan media untuk secara sungguh-sungguh memprioritaskan dan memperkuat upaya promosi kesehatan, pencegahan penyakit, dan perlindungan khusus sebagai strategi utama penanggulangan pandemi Covid-19. Selain itu pengutamaan dalam memberdayakan masyarakat sehingga mampu menjadi tonggak utama dan terdepan dalam penanggulangan wabah Covid-19.

“Secara cepat dan efektif  diharapkan juga dapat memperkuat Puskesmas agar mampu memenuhi fungsinya sebagai pusat penggerakan pembangunan berwawasan kesehatan, memberdayakan masyarakat dan keluarga sehingga mampu untuk hidup sehat, penyelenggarakan pelayanan kesehatan masyarakat esensial seperti promosi kesehatan, kesehatan lingkungan, pencegahan dan pemberantasan penyakit, kesehatan keluarga dan reproduksi, perbaikan gizi masyarakat, dan penyembuhan penyakit.

menjalankan upaya pencegahan, pelacakan, deteksi dini, isolasi, dan pengobatan Covid-19 secara efektif dengan melibatkan masyarakat,” urai Rektor Universitas Alma Ata,Prof. dr. Hamam Hadi, M.S., Sc.D., Sp.G.K dalam Konferensi Asia Pacific Partnership on Health and Nutritional Improvement (APHNI) yang dilaksanakan kampus UAA Sabtu (3/10).

Adapun UAA merupakan salah satu dari sekian banyak Perguruan Tinggi yang bersemangat memberikan pemahaman dan berkontribusi dalam penguatan dan percepatan pengendalian pandemi Covid-19

Pihaknya juga berharap seluruh stakeholder dapat membangun dan mewujudkan kerja sama pentahelix yakni Pemerintah, Perguruan Tinggi, Industri, Masyarakat, dan Media untuk berkontribusi melakukan langkah-langkah nyata dalam pengendalian wabah Covid-19.

Selain itu pihaknya juga mendesak adanya penguatan upaya perlindungan bagi tenaga kesehatan yang berjuang di fasilitas pelayanan kesehatan. Selain itu pihaknya juga berharap dan memastikan ketersediaan alat pelindung diri (APD) dan melakukan testing Covid-19 secara berkala.

“Selain soal Covid-19 kami juga ingin memastikan pelayanan kesehatan vital  Kesehatan Ibu dan Anak, pelayanan KB, dan imunisasi jangan sampai terganggu dan tetap bisa berjalan di masa pandemi melalui inovasi pelayanan dan teknologi,” tambah Rektor UAA.

Hadir melalui daring keynote speaker Prof Kristen M Hurley,MPH, PhD dari John Hopkins University USA, mantan Wapres, Dr (HC) Drs HM Jusuf Kalla. Beberapa narasumber yang dihadirkan seperti  Prof Dr Rllrn J Mac Kenzie dari John Hopkins University USA, Prof Dr Ya Wen Chiu dari Taipei Medical University Taiwan, Prof Dr Michael Dibley dari The University of Sydney Australia, Jee Hyun, PhD dari Unicef Indonesia, Dr Ede Surya Darmawan, SKM, MDM dari IAKMI dan dr Agustin Kusumayati,MSc,PhD dari AIPTKMI. (Aje)

BERITA REKOMENDASI