‘Aku Ada Aku Bisa’, Panggung Untuk ABK DIY Unjuk Kebolehan

Editor: Agus Sigit

BANTUL, KRJOGJA.com – Ribuan siswa / anak berkebutuhan khusus (ABK/difabel) berkumpul di Pyramid Jalan Parangtritis, Selasa (19/11/2019) dalam pembukaan acara Festival Budaya Pendidikan Khusus DIY dengan tema “Aku Ada Aku Bisa”. Menarik, berbagai karya siswa dipamerkan yang ternyata begitu luar biasa.

Seluruh Sekolah Luar Biasa (SLB) di DIY ikut serta mengirimkan karya-karya terbaik dari bidang seni budaya. Sekolah inklusi juga tak ingin ketinggalan, termasuk organisasi pemerhati difabel dan dunia usaha.

Kegiatan yang dibiayai Dana Keistimewaan (Danais) DIY ini merupakan ‘pesta’ bagi siswa berkebutuhan khusus. Mereka bisa menunjukkan eksistensi sekaligus kemampuan diri yang sebelumnya mungkin dinilai sebelah mata oleh sebagian masyarakat.

Ada yang membuat karya lukis, mendesain kostum, memproduksi batik hingga berbagai jenis barang-barang yang menarik sekaligus punya nilai jual. Seluruhnya dihasilkan anak-anak difabel, yang mungkin masih kerap kita pandang sebelah mata selama ini.

Sekda Pemda DIY, Kadarmanta Baskara Aji yang hadir dalam pembukaan mengungkap acara Festival Budaya Pendidikan Khusus DIY sengaja dibuat sebagai etalase bagi siswa menunjukkan bakat dan kreasi. Pemda DIY menurut Aji ingin memperlihatkan pada masyarakat termasuk dunia industri bawasanya anak-anak tersebut memiliki keunggulan di tengah keterbatasan.

“Kegiatan ini ingin mempromosikan anak-anak (berkebutuhan khusus) ini, bahwa mereka bisa berkarya. Mereka ini kedepan harus lulus dan berkarier bekerja. Anak-anak dengan bakat luar biasa seperti main musik, menyanyi dan menari agar butuh ruang unjuk gigi, harapannya nanti bisa laku ditanggap masyarakat, karena mereka butuh hidup dan berusaha mandiri,” ungkap pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY tersebut.

Pendampingan anak menurut Aji terus dilakukan oleh Pemda DIY melalui dinas terkait. Porsi satu persen dunia kerja untuk difabel pun berusaha diwujudkan meski belum diukur angka detail kapasitas yang diakomodasi saat ini.

“Kami punya Dinas Sosial yang tugasnya memberikan pelatihan pada difabel khususnya kaitannya dengan kehidupan sosial masyarakat, lalu ada Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) juga lakukan pembinaan pada mereka sebelum masuk ke dunia kerja,” sambung Aji.

Kegiatan Festival Budaya Pendidikan Khusus DIY masih akan berlangsung hingga 21 November 2019. Masyarakat bisa hadir secara langsung dan menyaksikan bahkan membeli beragam hasil karya anak-anak berkebutuhan khusus. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI