Alasan Kiriman Telat, Mahasiswa Jualan Sabu

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL, KRjogja.com – Dua oknum mahasiswa dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di DIY yakni ABR (22) dan IJ (20) warga Pangkalpinang Bangka Belitung yang diketahui menjual dan mengedarkan sabu-sabu berhasil diamankan petugas Satnarkoba Polres Bantul. Mereka mengaku nekat berbisnis sabu lantaran uang kiriman orangtua tak lancar.

“Dari patroli cyber, kami berhasil menemukan adanya dugaan peredaran narkotika jenis sabu-sabu. Setelah itu kedua oknum mahasiswa ini kami diamankan berikut barang bukti paket sabu-sabu siap edar,” ujar Kasat Resnarkoba Polres Bantul AKP Archye Nevadha dalam keterangan pers di Polres Bantul, Jumat (23/4) seperti dikutip dari harianmerapi.com.

Dari tangan kedua mahasiswa semester akhir ini, petugas mengamankan sabu-sabu dengan berat 0,6 gram. Meski kedua tersangka ditangkap terpisah tetapi keduanya saling mengenal karena satu jaringan.

Menurut AKP Archye Nevadha, pada awalnya tersangka ABR ditangkap aparat kepolisian Polres Bantul di Jalan Aru Kalurahan Condongcatur Depok Sleman sekitar pukul 17.00. Sedangkan tersangka IJ, ditangkap di tempat kos wilayah Pugeran Kapanewon Maguwoharjo Depok Sleman pukul 20.00. Keduanya mengaku telah melakukan bisnis jual beli sabu-sabu sejak 4 bulan lalu.

Untuk mendapatkan barang haram tersebut, keduanya membeli dari toko online. “Selanjutnya sabu-sabu dijual kembali secara online melalui media sosial,” ujar Archye. Ditambahkan, transaksi dilakukan secara online sehingga ketika ada konsumen pembelian dilakukan dengan cara ditransfer dan barang akan dikirim melalui ekspedisi.

“Kebanyak sabu-sabu dijual kepada teman-teman nongkrong atau sesama mahasiswa. Tetapi ada beberapa konsumen lain yang ikut membeli. Kami masih melakukan penyelidikan karena kemungkiman ada pelaku lain,” lanjut AKP Archye.

BERITA REKOMENDASI