Alasan Warga Piyungan Ingin Temui Gubenur, Paguyuban Jasa Sampah: Ancaman Serius Sudah Mengintai 

Editor: Ary B Prass

BANTUL, KRJOGJA.com – Hari kedua blokade akses jalan masuk ke Tempat Pengeloaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan Bantul sebenarnya tidak akan terjadi andaikata pemerintah tidak mengabaikan dampak buruk keberadaan pembungan sampah tersebut.
Endapan persoalan yang sudah terjadi bertahun-tahun seperti dibiarkan begitu saja. Seolah tidak terjadi sesuatu, padahal dilapangan  warga terus diselimuti beragam masalah. Mulai bau kurang sedap hingga limbah lindi yang belum tertangani dengan baik.
Sementara jika blokade terus berkepanjangan, sudah bisa dipastikan sampah bakal menggungung diseantero Kota Yogya, Kabupaten Sleman dan Bantul. Pemerintah DIY dikejar waktu secepatnya mengurai keruwetan yang terjadi di TPST Piyungan.
“Kalau tidak segera dibuka dampaknya akan sangat luas sekali. Tetapi bagaimanapun warga juga punya hak menyampaikan aspirasinya,” ujar
Ketua Paguyuban Jasa Sampah, ‘Eker-Eker Golek Menir’ Sodik Marwanto, Minggu (8/5/2022).
Kendati begitu, sebagai jasa pengambil sampah swasta, Sodik sudah menyampaikan kepada pelanggannya terkait kondisi dilapangan.
“Tetapi setelah Hari Raya Idul Fitri sampah sudah kami ambil, demikian juga teman -teman lainnya. Kalau sampah menumpuk tidak diambil tentu berpengaruh terhadap kesehatan itu jadi ancaman serius,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI