Alat Berat TPST Piyungan Rusak, Kasus ‘Overload’ Sampah Bakal Terjadi Lagi?

Editor: KRjogja/Gus

PIYUNGAN, KRJOGJA.com – Dalam sepekan ke depan diperkirakan armada akan kesulitan membuang sampah ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan Kabupaten Bantul. Hal tersebut terjadi karena pada Jumat (7/2) siang armada harus antre berjam -jam untuk melakukan bongkar muat.

“Saya tadi mulai antre pukul 10.30 baru bisa bongkar jam 15.00 ini persoalan serius. kami menanggung sampah milik warga, kami berharap persoalan disini betul-betul diselesaikan,” ujar Darin Priyanto ditemui di TPST Piyungan.

Dampak tersendatnya proses bongkar muat di TPST Piyungan mengakibatkan pengambilan di masyarakat terhambat. Karena dalam kondisi normal satu minggu mengambil sampah di masyarakat 2 kali. Tetapi sekarang hanya 1 kali, sekarang waktunya seharian untuk antre di TPST. “Kami berharap marilah bersama-sama, saya sebagai masyarakat kecil hanya bisa berharap kepada pemerintah kalau musim kemarau tolong dipersiapkan serius sehingga kalau musim hujan seperti ini tidak terjadi trouble,” jelasnya.

Sementara Ketua Eker Golek Menir, atau paguyuban jasa pengambil sampah swasta Sodik Marwanto mengatakan, kondisi sulit untuk melakukan bongkar sampah sudah terjadi sepekan terakhir. “Kalau seperti ini terus saya perkirakan minggu depan sudah tidak bisa melakukan pembuangan sampah lagi dan akan trouble lagi seperti akhir tahun 2019,” ujarnya. Selain itu Sodik juga heran dengan alat berat rusak dan belum dilakukan perbaikan. Padahal alat tersebut dibutuhkan setiap hari untuk melakukan bongkar muat sampah.

Menurutnya, pemerintah harus memikirkan persoalan di TPST Piyungan secara serius. Antrian panjang terjadi karena dermaga hanya dua dan sangat padat sekali, kalau tidak didorong dengan alat berat sudah tidak bisa masuk. “Kami sebagai jasa pengambil sampah dimasyarakat setiap hari mendapat protes karena apa pengambilan tidak rutin. Itu kami akui tidak bisa rutin mengambil karena apa, di TPST Piyungan kami tidak bisa melakukan bongkar langsung harus antre bahkan bisa berjam-jam,” jelasnya. (Roy)

 

BERITA REKOMENDASI