Alumni Pastikan Kesatuan Bangsa Tidak Menyimpang

Editor: Ivan Aditya

BANTUL (KRjogja.com) – Merasa dirugikan dengan tudingan SMP – SMA Kesatuan Bangsa Bilingual Boarding School Yogyakarta berafiliasi dengan gerakan kelompok teroris Turki pimpinan Fethullah Gulen, orangtua wali siswa dan alumni serta pihak sekolah akhirnya angkat bicara. Wali murid menilai isu yang berembus sengaja dirancang untuk meruntuhkan masa depan generasi muda.

Zahrotul Farichah alumni angkatan pertama SMP/SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta mengungkapkan metode pendidikan selama tiga tahun jadi siswa di Kesatuan Bangsa. Selama menjadi siswa tidak pernah sekalipun ada ajaran menyimpang diberikan guru-gurunya. "Siswa tidak pernah diberikan materi terkait negara Turki, meski ada pengajar dari negara itu," ujarnya di sekolah setempat, Selasa (02/08/2016).

Mahasiswa UMY tersebut mengungkapkan, soal ibadah pihak sekolah terus memberikan pembinaan sesuai dengan Al Quran tanpa ada ajaran menyimpang. Siswa juga diberikan pelajaran tentang pentingnya toleransi sesama orang mengingat  siswa berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Senada disampaikan Ahmi Yofaniar Pratiwi. Mahasiswa UNY ini mengatakan pihaknya merasa kaget dengan berita yang menyebut Kesatuan Bangsa berafiliasi dengan jaringan teroris. "Saya tiga tahun disini, tidak ada sama sekali ajaran menyimpang, namun kita diberikan materi tentang etika dan selalu mendekatkan diri pada Allah," ujarnya.

Sementara  salah satu wali murid Ariyanto Sukoco warga Jalan Kaliurang mengatakan, isu yang berkembang sekarang ini sangat bertolak belakang dengan kenyataan di sekolah. Kombinasi pelajaran secara akademik dan akhlak diterapkan disekolah ini, sehingga kedepan akan lahir generasi cerdas berakhlak mulia. (Roy)

BERITA REKOMENDASI