Anggaran Perawatan LPJU Terbatas, Dishub Akui Perbaikan Belum Bisa Optimal

Editor: Agus Sigit

BANTUL, KRJOGJA.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bantul terus mengintensifkan perawatan dan perbaikan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU). Kerusakan LPJU makin banyak bertepatan dengan musim penghujan tahun ini. Merujuk data Dishub Bantul sekitar 6.000 LPJU terpasang di Kabupaten Bantul.

“Sekarang ini terdapat sekitar 6.000 LPJU tersebar di Kabupaten Bantul. Bahkan tahun 2022 terdapat penambahan LPJU kisaran 300 lagi. Semua itu harus kita rawat dan perbaiki jika terjadi kerusakan,” ujar Kepala Dinas Perhuhungan Kabupaten Bantul, Aris Suharyanto SSOs MM, Jumat (28/1).

Dijelaskan, dari jumlah 6.000 LPJU tersebut sudah termasuk dari aspirasi anggota DPR RI. Artinya perawatan dan perbaikan jika terjadi kerusakan akan dilaksanakan Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul.

“Kita punya 5.000 lebih LPJU yang pengadaannya murni dari Pemda Bantul. Kemudian ada juga ratusan LPJU aspirasi dari Pak Idham Samawi dan Pak Gandung Pardiman yang sudah dilimpahkan ke Pemda Bantul. Jika sudah diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Bantul ketika terjadi kerusakan sudah menjadi tanggung jawab Dinas Perhubungan kabupaten Bantul,” ujar Aris. Namun perlu diketahui juga LPJU dari pemerintah pusat belum semuan diserahkan ke Pemda Bantul.

Dijelaskan, Dishub Kabupaten Bantul juga diserahi LPJU dari Kementerian Perhubungan mulai dari Ring Road Selatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) hingga Blok 0. Namun Aris tidak menampik, jika penanganan jika terjadi kerusakan belum optimal dengan berbagai kendala, termasuk anggaran.

Sejauh ini langkah-langkah yang dilakukan Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul diantaranya melakukan perbaikan ketika terjadi kerusakan kontruksi, kemudian perawatan LPJU. “Pada saat ada LPJU rusak kami perbaiki, musim penghujan seperti sekarang memang jumlah yang rusak makin banyak,” ujarnya.

Terpisah Ketua Komisi C DPRD Bantul, Dwi Kristiantoro mengatakan kondisi yang terjadi disejumlah dinas teknis sudah diketahui. Bahkan pihaknya sudah berkomunikasi dengan Sekda Bantul. “Pada intinya kita ingin anggaran operasional di dinas teknis cukup, jika dikurangi ya jangan mepet. Jangan sampai pengurangan tersebut mengakibatkan kegiatan tidak bisa jalan,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.

Selain itu, pihaknya sudah berkomunikasi supaya dianggaran perubahan bisa ditambahi. Kemudian anggaran 2023 bisa kembali pulih. Dengan kondisi terbatas tersebut memang berdampak pada kecepatan pelayanan.
“Misalnya warga melaporkan kerusakan LPJU, kemudian responsnya kurang cepat itu karena kondisinya terbatas dan hal tersebut berpengaruh terhadap performa Pemda Bantul,” ujar Dwi. (Roy)

 

 

BERITA REKOMENDASI