Antisipasi Kemacetan, Polisi Bakal Siapkan Rekayasa Jalur Parangtritis

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL (KRJOGJA.COM) – Polres Bantul bakal menerapkan rekayasa jalur lalulintas jika terjadi antrean panjang di Jalan Parangtritis. Selain jalan Parangtritis Sat Lantas juga sudah menyiapkan rekayasa arus kendaraan jika terjadi kepadatan menuju dan keluar dari objek wisata Pantai Parangtritis Kretek Bantul. Sementara untuk di Jalur Cino Mati tetap tidak direkomendasikan untuk jalur wisata, dan bus besar disarankan lewat Pathuk.

"Rekayasa arus kendaraan itu akan diambil ketika terjadi kepadatan, intinya sifatnya situasional,” Kapolres Bantul AKBP Imam Kabut Sariadi SIK MM  didampingi Kasat Lantas Polres Bantul AKP Imam Bukhori SIK SH, disela jumpa pers akhir tahun Kamis (28/12). 

Dijelaskan, pada saat antrean kendaraan roda empat dari TPR sampai pertigaan Ngangkruksari. Pihak kepolisian segera mengambil keputusan arus kendaraan dari utara dialihkan lewat simpang tiga Pundong atau sempalan

Pundong ke selatan lewat Jembatan Soko. Setelah itu kendaraan kembali masuk Jalan Parangtritis diselatan Jembatan Kretek. 

"Khusus pengalihan arus kendaraan lewat Simpang Tiga Pundong untuk untuk roda empat," ujar Imam.

Sementara rekayasa arus kendaraan melalui Parangkusumo, Cemara Sewu dan Depok dilakukan ketika kepadatan terjadi diselatan TPR. Jangan sampai terjadi arus keluar dan masuk Parangtritis memicu kemacetan. Tentu pada saat ada potensi kemacetan bakal terjadi langsung dialihkan lewat pertigaan Hotel Gandung ke barat atau lewat tapi pantai menuju Depok. Meski sekarang ada genangan di sisi barat Parangkusumo, hal tersebut masih bisa dilalui kendaraan besar. Namun diharapkan ketika liburan Tahun Baru besok air sudah surut.

Sementara Kapolsek Pleret AKP Sumanto SH mengatakan, jalur Cino Mati mulai tanggal 22 Desember 2017 sudah ditempatkan personel polri dan relawan. Pertimbangan utama didirikan posko untuk membantu kelancaran wisatawan menuju Dlingo. Karena banyak kendaraan roda empat  tidak kuat naik. "Bahkan Senin bertepatan Hari Natal itu ada 95 mobil dengan dominasi dari luar DIY harus didorong  karena tidak kuat," ujar Sumanto. Ruas Cino Mati memang harus dijaga, sudah banyak kendaraan tidak kuat naik diruas penghubung Kecamatan Pleret dan Dlingo itu.

Menurut  Sumanto  Jalan Cino Mati selain tanjakan tajam juga sangat panjang. Sehingga kendaraan dari luar yang mungkin belum hafal medan bisa 'mlorot'. Bahkan ketika terjadi iring -iringan kendaraan, kemudian ada satu kendaraan tidak kuat, yang dibelakangnya juga ikut terhenti. "Kondisi itu yang sering membuat kendaraan ‘mlorot’ jika sudah seperti itu harus didorong atau diganjal, sudah ratusan kendaraan selama liburan akhir tahun ini mlorot," ujar Sumanto. (Roy)

BERITA REKOMENDASI