Antisipasi Tindak Pidana, Digelar Operasi Miras

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Peredaran minuman keras (miras) acapkali menyebabkan terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), bahkan bisa menjadi pemicu tindak pidana. Jika hal tersebut tidak diantisipasi sedini mungkin, bukan tidak mungkin terjadi keresahan pada tatanan kehidupan masyarakat.

Terkait hal itu, jajaran Polsek Sedayu Polres Bantul Polda DIY, Jumat-Sabtu (01-02/01/2021) menggelar operasi minuman keras (miras) di sejumlah tempat, yang berada di wilayah hukum Polsek Sedayu. Operasi dilakukan untuk mencegah terjadinya tindak pidana yang diakibatkan pengaruh miras, Sebelumnya, dalam Operasi Cipta Kondisi yang dimulai menjelang perayaan Natal 2020, petugas juga telah melakukan operasi serupa.

Operasi dipimpin Kapolsek Sedayu Kompol Ardi Hartana SH MH MM dan Kanit Reskrim Iptu Muji Suharjo SH. Sejumlah warung yang ditengarai menjual miras diperiksa sekaligus dilakukan penggeledahan. Awalnya, beberapa pemilik warung berusaha mengelabuhi petugas dengan menyembunyikan miras di tempat tertutup. Tetapi berkat kejelian petugas, akhirnya barang bukti miras berhasil ditemukan.

Dari operasi yang dilakukan selama dua hari berturut-turut itu, petugas menyita miras jenis gedang kluthuk (oplosan) sebanyak 10 botol air mineral, satu botol masing-masing 1,5 liter. Selain menyita barang bukti, petugas juga meminta keterangan pemilik warung DN, warga Surobayan, Argomulyo, Sedayu. Selanjutnya di warung milik FJ, warga Metes, Argorejo, Sedayu, petugas menyita 6 botol Anggur Merah, 8 botol Kawa-kawa, dan 2 botol miras jenis gedang kluthuk, masing-masing isi 1,5 liter dan 0,5 liter.

Ardi Hartana menjelaskan, terakhir anggotaya menyita 27 Anggur Merah dari warung milik Srt, warga Pedes, Sedayu. Ketiga penjual miras beserta barang bukti selanjutnya dibawa ke Polsek Sedayu untuk menjalani pemeriksaan. Ketiganya dihadapkan pada sidang tindak pidana ringan (tipiring) di Pengadilan Negeri (PN) Bantul.

“Kami tidak akan berhenti melakukan operasi miras, karena keberadaan miras bisa menjadi salah satu pemicu terjadinya tindak pidana,” jelas Ardi Hartana.

Ardi Hartana menyampaikan, selain melakukan operasi miras pihaknya juga berusaha menekan beberapa jenis penyakit masyarakat (pekat) seperti perjudian dan prostitusi terselubung. Selain itu, hal yang lebih penting lagi dilakukannya sosialisasi masalah protokol kesehatan (prokes), terutama mengenai penggunaan masker, cuci tangan dengan air mengalir, dan menghindari kerumunan massa.

Saat ini hal itulah yang paling mendesak dilakukan guna mengatasi penyebaran virus korona. “Di masa pandemi Covid-19 masyarakat harus menaati protokol kesehatan,” tandas Ardi Hartana. (Hrd)

BERITA REKOMENDASI