Aparat Desa dan Kapanewon Waspada 24 Jam

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Sekda Bantul Drs H Helmi Jamharis MM meminta kepada aparat di tingkat Desa hingga Kapanewon untuk waspada dan antisipasi terhadap cuaca atau kondisi alam yang menurut prakiraan BMKG, pada Senin dan Selasa 1-2/11) bisa terjadi curah hujan lebat yang berpotensi terjadi banjir di sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk DIY atau Bantul.

“Saya berharap aparat di tingkat Kapanewon dan Desa agar waspada dan siaga 24 jam untuk monitor kondisi atau situasi wilayahnya masing-masing yang dilalui sungai dan mempunyai wilayah rawan bencana banjir dan tanah longsor. Kita berdoa semoga tidak terjadi bencana tetapi kita harus waspada,” ungkap Helmi Senin (01/11/2021).

Dalam kewaspadaan tersebut masing-masing Pemdes bisa mensiagakan Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) atau komunitas relawan yang ada di wilayahnya, sehingga jika ada laporan situasi dan kejadian dari masyarakat bisa langsung ditindaklanjuti.

Terpisah Ketua FPRB Bantul, Waljito SH menambahkan terkait dengan prakiraan BMKB akan terjadi hujan lebat dan berpotensi terjadi banjir dan tanah longsor, FPRB di seluruh Bantul sudah melakukan koordinasi FPRB antar Desa maupun Kapanewon dan kerjasama dengan Pusdalops BPBD Bantul.

“Kami sudah melakukan koordinasi di intern masing- masing FPRB tingkat desa maupun antar kapanewon, termasuk kesiapan peralatan, seperti perahu dan gergaji sengso dan personil relawan dan armada,” papar Waljito.

Personel PMI Setiyo dihubungi di Markas PMI Bantul mengatakan, pihaknya bersama relawan PMI sudah siaga di Markas maupun di wilayahnya masing-masing bersama armada PMI yang setiap saat siap meluncur ke lokasi kejadian. (Jdm)

BERITA REKOMENDASI