APTI DIY-Disperindag Gelar Bimtek Dorong Petani  Mampu Olah Tembakau 

Editor: Ary B Prass

 BANTUL, KRJOGJA.com – Luasan lahan termbakau di Kabupaten Bantul terus menurun.  Tahun 2022 luasan lahan kisaran 300 hektare, padahal tahun 2019 masih diangka 500 hektare. Terputusnya regenerasi petani tembakau karena generasi muda lebih melirik pekerjaan non formal lainnya. Sedang Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) DIY terus mendorong agar sektor pertembakauan di DIY makin berkembang.
“APTI DIY bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY menggelar Bimtek atau pelatihan olahan tembakau. Program ini sebagai upaya untuk memulihkan ekonomi ditengah pandemi Covid-19,” ujar Ketua  DPD APTI DIY, Sukro Nur Harjono disela Bimtek bersama IKM  Tembakau Al Barokah Siluk Kalurahan Selopamioro Imogiri Bantul,  di Gedung Tembakau Siluk Imogiri,  Rabu (17/5/2022).
Hadir sebagai narasumber diantaranya, Angky Anggodo, Ahmad Jauhari A S Kom,  serta Sigit Adhi Pratomo SE.
Dijelaskan, lahan tembakau di Bantul tersebar di Kapanewon Imogiri,  Pleret,  Piyungan Dlingo serta sebagian Pundong.  Tahun 2019 produksi dan kualitas tembakau bagus, 2020 masih sangat bagus.
“Namun tahun 2021 hasilnya kurang baik,  2021 kemarin kualitas tembakau sangat jelek para petani banyak yang rugi,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI