Asosiasi Pasar Modern Bantul Siapkan Koperasi Pusat Distribusi

YOGYA (KRjogja.com) – Menghadapi persaingan dengan pasar modern berjejaring nasional pengusaha toko modern Bantul yang tergabung dalam Asosiasi Toko Modern Bantul (ATMB) menyiapkan Koperasi Pusat Distribusi bagi toko modern anggota ATMB  untuk memotong panjangnya jalur distribusi sehingga harga barang yang dijual anggota ATMB mampu bersaing bahkan bisa lebih murah.

"Kebijakan Bupati Bantul yang mengundang masuk investor dari luar dengan wacana pendirian Mall di Bantul kita sikapi dengan matang, saat audiensi dengan Bupati, Bupati berkomitmen memprioritaskan pengusaha lokal di Bantul, dan Toko Modern berjejaring nasional akan dibatasi. Walau demikian kita tetap menyiapkan diri dengan strategi yang tepat untuk mampu bertahan bahkan berkembang," tegas Ketua ATMB, Suharyanto kepada KRJogja.com di sela Sosialisasi Koperasi Distribusi dengan Kemenkop, Kamis (18/8/2016) di Guest House Kayana, Karangkajen Yogya.

Suharyanto didampingi Sekretaris ATMB Anang Kurniawan menyebutkan keanggotaan ATMB yang terdiri dari 55 gerai Toko Modern dengan 35 pemilik di Bantul merupakan potensi untuk mampui bersaing dengan Toko Modern berjejaring Nasional. "Kita berharap, akhir tahun ini Koperasi Pusat Distribusi bisa berdiri. "Lokasinya masih kita cari setidaknya di atas lahan seluas 2000 meter persegi," papar pemilik Swalayan Amanda ini.

Sosialisasi juga diisi narasumber Kabid Koperasi Perindagkop Bantul, Tri Murdianani, Kemenkop  Drs M Rudi MM, serta konsultan pasar modern Widi Nugraha yang menjelaskan pola kerjasama, pembuatan distribution center untuk jaringan minimarket anggota ATMB dalam wadah Koperasi. (*-2)

BERITA REKOMENDASI