Bakal Digusur, Warga Enggan Temui Petugas

BANTUL (KRjogja.com) – Langkah petugas Satuan Polisi Pamong Praja  (Sat Pol PP) Bantul melayangkan Surat  Peringatan ke tiga bagi pemilik dan penyewa bangunan di zona inti gumuk pasir kembali tidak berhasil menemui warga, Kamis kembali tidak berhasil menemui warga, Kamis (3/11/2016). Dari 27 warga yang bakal menerima SP ke tiga itu hanya satu yang mau membubuhkan tandatangan, sisanya tidak berhasil ditemui. Meski begitu petugas tetap  menjalankan program tersebebut sesuai rencana.

Pemberian SP  ke tiga itu, puluhan petugas melakukan penyisiran mulai dari kawasan Pantai Cemara Sewu hingga kawasan Parangkusumo Kretek Bantul. Jika petugas tidak bisa menemui pemilik bangunan atau penyewa surat tersebut langsung ditempelkan didinding atau tembok rumah. Ketika Surat peringatan ke tiga sudah diberikan kepada semua pemilik dan penyewa rumah di kawasan zona inti. Satu hari setalah itu, dilanjutkan proses pengosongan bangunan.

Sementara Lurah Desa Parangtritis Kretek Bantul, Topo kembali meminta agar warga segera saja datang ke kelurahan untuk musyawarah bersama. Sehingga begitu bangunan dirobohkan ada  sudah ada lokasi baru  untuk membuka usaha atau mendirikan bangunan baru.

“Saya  bukannya tidak mau membantu, tetapi tolong datang ke desa untuk musyawarah bersama. Karena mencari lahan baru juga tidak mudah, harus koordinasi dengan pihak kraton,” ujarnya.  

Terpsah Kabag Ops Polres Bantul, Kompol  Dhanang Bagus Anggoro SIK SH mengatakan, jajarannya siap melakukan pengamanan jalannya penertiban di zona inti gumuk pasir Parangtritis Kretek Bantul.  Personel nantinya akan bertugas melakukan pengamanan  lingkungan, masyarakat serta petugas yang melakukan penertiban.  

“Dalam penertiban ini kami akan menjaga semuanya, mulai masyarakat,  petugas sendiri  dan lingkungan,” ujarnya.  Hadirnya petugas  untuk mencegah terjadinya hal-hal tidak diinginkan menimpa semua pihak dalam proses penertiban itu. (Roy)

BERITA REKOMENDASI