Bakal ‘Rusuh’, 7 Remaja Bersenjata Dibekuk

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL, KRjogja.com – Tujuh remaja diamankan petugas gabungan Polsek Kasihan dan Polres Bantul Polda DIY setelah kedapatan membawa senjata tajam. Dugaan sementara, senjata tajam tersebut akan  digunakan untuk menyerang  kelompok lain. Kini kasus ditangani Sat Reskrim  Polres Bantul.

Kasatreskrim Polres Bantul, AKP Ngadi SH MH, Senin (8/12) mengatakan,  tujuh orang yang diamankan yakni Gs  (13) warga Jetis Kota Yogyakarta, Es (17) warga Samigaluh Kulonprogo, Ra (15) warga Sedayu Muntilan, Gg (16) warga Kasihan Bantul, Md (14) asal  Magelang, Ad (16) warga Magelang serta  Mv (16) asal  Salam Magelang. Mereka disergap petugas Selasa dinihari disebuah kos kosan di Kecamatan Kasihan Bantul.

“Mereka tujuh orang yang kami amankan semua berstatus pelajar,” ujar Ngadi.

Dijelaskan, penangkapan tujuh pelajar bermula ketika anggota polisi berpakaian preman  melaksanakan patroli antisipasi kejahatan jalanan. Ketika sampai  simpang empat Tamantirto Kasihan Bantul, polisi melihat  empat orang mengendarai dua motor.

Ketika melintas itulah,  polisi melihat remaja tersebut membawa gear sembari diseret diaspal. Polisi berpakaian preman tersebut berusaha memburu empat orang tersebut. Menyadari diburu  aparat,  remaja tersebut kemudian kabur dari  perempatan Tamantirto ke arah utara.

“Setelah sampai di Dusun Nulis Tamantirto Kasihan Bantul, orang tersebut masuk ke dalam sebuah kos,” jelas Ngadi.

Tidak ingin buruannya lolos,  polisi dengan sigap menggelandang ketujuh remaja  tersebut ke Polres Bantul  beserta barang bukti.

“Kami menyita barang bukti  diantaranya senjata tajam jenis samurai beserta sarungnya warna hitam, panjang kurang lebih 70 cm, sebuah Gear sepeda motor dengan ditali ikat pinggang warna kuning serta dua unit sepeda motor,” ujarnya.

Para tersangka dijerat pasal 2 ayat (1) UU Darurat No 12 Tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Tajam. Dari ketujuh orang remaja tersebut, satu orang telah ditetapkan sebagai tersangka yakni Es. (Roy)

BERITA REKOMENDASI