Banjir dan Pohon Tumbang Mendominasi di Bantul

Editor: Agus Sigit

BANTUL, KRJOGJA.com – Hujan dan angin kencang yang terjadi Rabu (19/1) sore hingga malam hari mengakibatkan banjir di sungai yang melintas wilayah Bantul. Seperti Sungai Code, Winongo, Bedog dan Opak. Selain banjir juga menumbangkan puluhan pohon dan menimpa rumah di beberapa kapanewon, diantaranya di Sewon dan Bambanglipuro.

Data kejadian yang dilaporkan ke Posko BPBD Bantul sejak Rabu sore hingga Kamis (19-20/1) genangan banjir terjadi 6 titik di 6 kalurahan, pohon tumbang 15 titik di 8 kalurahan dan talud jebol 1 titik di kalurahan Bangunharjo Sewon.

Dampak luapan debit sungai Winongo mengakibatkan rumpun bambu roboh , hanyut dan menyumbat pintu air dam Klegen Jln Yogya- Parangtritis, akibatnya air meluap ke jalan. Untuk mengkondisikan dam tersebut dikerahkan ratusan relawan dari TNI- Polri, BPBD, Satpol PP, FPRB, Tagana, PMI, SAR Sultan Agung dan Hantu Gayam. Hingga pukul 01.00 dini hari arus dam Klegen bisa terkondisi.

“Jika penanganan banjir tidak difokuskan di dam Klegen bisa berdampak banjir masuk pedesaan wilayah Pundong, Bambanglipuro dan Kretek,” jelas Koordinator TRC BPBD Bantul Sulistiyanto di lokasi banjir Rabu (19/1) malam.

Selain banjir dan pohon tumbang, tanah longsor terjadi di Banaran Bangunharjo Sewon Bantul. Talud di pekarangan milik Risdiyanto yang difungsikan untuk akses jalan keluar masuk kendaraan proyek ambrol panjang 10 m, tinggi 2,5 m.

Tanah longsor juga terjadi di jalur Cinamati penghubung wilayah Pleret dan Dlingo sehingga mengganggu akses jalan. Karena keterbatasan personel, maka penanganan atau efakuasi pohon tumbang sebagian dilanjutkan oleh FPRB di masing- masing kalurahan pada pagi harinya.

Ketua FPRB Bantul, Waljito SH mengungkapkan, sesuai prediksi BMKG , selama Januari hingga Februari 2022 ada potensi terjadi cuaca ekstrim yang dapat berdampak terjadi banjir, tanah longsor maupun pohon tumbang. Karena itu FPRB di masing- masing Kalurahan diminta untuk siaga 24 jam dengan cara bergantian. “Kami FPRB di Kabupaten Bantul siap kapanpun untuk membantu penanganan bencana,” pungkas Waljito.

Sementara Setiyo dari PMI Bantul mengatakan, pihaknya bersama relawan yang tergabung dalam wadah PMI siaga antisipasi bencana di Markas PMI Bantul. (Jdm)

 

BERITA REKOMENDASI