Banjir Hancurkan Infrastruktur Kabupaten Bantul

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL, KRJOGJA.com – Kerusakan infrastruktur akibat banjir terjadi disejumlah wilayah di Kabupaten Bantul. Jalan putus, sejumlah rumah warga dan fasilitas umum rontok setelah diterjang material tanah lumpur bercampur batu. Sementara proses pencarian dua warga Kedungbuweng Desa Wukirsari Imogiri Bantul yang tertimbun dan  masih dilakukan TNI, Polri, BPBD,PKPU, SAR dan relawan. 

Merujuk data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, dua orang meninggal dunia, dua orang masih dalam proses pencarian.  Dari pantauan KR dilapangan Senin (18/3) pagi, banjir memutuskan akses penghubung Kecamatan Imogiri -Kecamatan Dlingo Bantul. Jalan putus tepatnya di Dusun Ngliseng Banjarharjo Muntuk Dlingo Bantul.

Yulianto salah satu warga mengatakan, badan jalan terbelah terjadi Minggu malam ketika hujan deras. Selain jalan aspal putus, longsor juga menutup badan jalan sepanjang 25 meter. Yulianto mengungkapkan, putusnya jalan tersebut sudah pasti menghambat aktivitas warga. "Kami berharap pemerintah segera melakukan perbaikan, akses ini alternatif menghubungkan Kecamatan Imogiri dan Dlingo," ujar Yulianto.

Sementara itu anggota Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa  Muntuk Dlingo, Kiki Saputro mengatakan dampak banjir sangat luas. "Khusus Muntuk dampak longsor terjadi di Seropan 1 dan 2 serta Ngliseng. Paling parah rumah Ny Linda di Ngliseng tertimbun longsor dan jalan putus," ujar Kiki Saputra. Khusus jalan yang putus ada rencana warga akan membuat jembatan bambu.

Sementara Lurah Desa Wukirsari Susilo Hapsoro mengatakan, satu warganya ditemukan meninggal tertimbun langsor dan dua orang masih dicari. "Tadi malam yang langsung ditemukan satu orang, satu warga dibawa ke rumah sakit dua warga kami Ny Eko (45) dan Aini (8) masih dicari mereka tinggal di Kedungbuweng," ujar Susilo. Bupati Bantul Drs H Suharsono didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Drs Dwi Daryanto MSi mengatakan, status tannggap darurat karena sepuluh kecamatan dari 17 kecamatan  rawan bencana.

"Ada enam sungai besar semua bermuara di Bantul hingga menyebabkan banjir jika kawasan hilir hujan," ujarnya. Bupati mengatakan, Kecamatan  rawan banjir yakni  Sewon, Banguntapan, Imogiri, Sanden, Pandak, Srandakan serta  Kretek. "Kecamatan yang masuk daerah  rawan longsor yakni Pleret, Dlingo, Imogiri, Piyungan, Kretek, Pundong serta  Pajangan. (Roy)

BERITA REKOMENDASI