Banser Dlingo Perangi Politik Uang Caleg

Editor: KRjogja/Gus

DLINGO, KRJOGJA.com – Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Satkoryon Dlingo menggelar deklarasi melawan politik uang dengan mengajak seluruh caleg dari Kecamatan Dlingo. Diketahui suhu politik mulai menghangat setelah masing-masing caleg bergerak dilapangan untuk meraih simpati pemilih.

Komandan Banser Satkoryon Dlingo, Wahyudi, Rabu (3/10) mengatakan, Banser bakal menjadi garda terdepan melindungi ulama dan masyarakat  Karena praktik politik uang dapat merusak tatanan kemasyarakatan. “Politik uang itu memicu masyarakat kehilangan hak otonominya menentukan pilihan. Artinya pemilih tidak mencoblos caleg dengan pertimbangan rasional misalnya rekam jejak, prestasi, kinerja, dan visi-misi caleg,” ujarnya.

Dijelaskan, masyarakat Dlingo sebagian besar berada pada posisi ekonomi menengah kebawah. Kondisi itu tidak bisa dihindari lagi jadi sasaran para caleg untuk menjalankan politik uang. "Jumlah pemilih di Dlingo mencapai 31 ribu, lebih 20 ribunya warga Nahdliyin itu yang harus dilindungi," ujarnya.

Sebenarnya pencegahan terhadap praktik politik sudah dilakukan pada pemilu sebelumnya. Tetapi belum ada gerakan masif seperti yang dilakukan Banser Dlingo. Wahyudi menilai, gerakan melawan politik uang ini mesti digencarkan dalam upaya melindungi masyarakat. Dijelaskan, jumlah anggota Banser Dlingo mencapai 450 personel tersebar di enam desa. “Semua personel bekerja keras melawan politik uang, karena memang  politik uang itu sulit dibendung,” ujarnya.

Sementara dalam deklarasi anti politik uang itu, Banser Satkoryon Dlingo menegaskan mendukung penuh penindakan politik uang dalam pemilu. Banser bakal menjaga dan mengawal pemilu agar tetap jujur dan penuh integritas.  Sementara Ketua Panwascam Dlingo, Wandirin memberikan aprisiasi terhadap langkah Banser itu. Potensi  politik uang di Dlingo cukup tinggi. Keikutsertaan  kelembagaan seperti Banser ini baru pertama dilakukan. Artinya Banser Dlingo merupakan lembaga pertama yang menyatakan sikap tegas melawan politik uang. Harapanya  ide itu dapat diikuti lembaga-lembaga lain.

Sementara salah satu caleg, Yasmuri menyatakan siap mengikuti pemilu dengan jujur dan sportif.  Jika seluruh caleg dapat menciptakan situasi fair, tentu pemilu dapat berjalan dengan baik dan demokrasi akan berjalan sesuai tujuannya. Caleg yang amanah tidak akan menggunakan segala  cara untuk meraup suara.  "Politik uang seperti bitingan sangat berbahaya, jika caleg percaya diri dan memiliki dukungan jelas pasti tidak melakukan politik uang itu," ujarnya. (Roy)

BERITA REKOMENDASI