Bantul Belum Cabut Status Darurat Kekeringan

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Kendati hujan sudah mulai turun, namun sejumlah warga di Kecamatan Piyungan Bantul masih kesulitan mendapatkan air bersih. Bahkan warga harus antre untuk mendapatkan air bersih lewat saluran dari sumber air.

Warga berharap Pemkab Bantul memberikan solusi permanen terkait dengan penyelesaian masalah air bersih. Sementara anggota DPRD Kabupaten Bantul, Novi Sarhati, merespons cepat persoalan warga tersebut dengan menggelontorkan air bersih.

Baca juga :

Siap – siap! Libur Nataru, Yogya Diprediksi 'Mbludak'
Waspada! Hujan-Angin Kencang Masih Berpeluang Terjadi di Jogja

Anggota Komisi A DPRD Bantul ini, droping air bersih di Dusun Tambalan, Ngelosari dan Jasem, Minggu (08/12/2019). Di lain pihak, Dinas Sosial P3A Bantul, Sabtu (07/12/2019), juga melakukan droping air bersih di Ngrancah Sriharjo Imogiri. Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul memastikan belum akan mencabut status darurat kekeringan meskipun sudah mulai turun hujan dalam beberapa hari terakhir ini.

”Pemkab Bantul belum cabut status darurat kekeringan sampai hujan turun dengan frekuensi yang lebih tinggi. Untuk itu, BPBD Bantul tetap akan melakukan droping air meskipun dalam beberapa hari terakhir ini sudah turun hujan. Karena untuk di daerah tertentu saat ini justru masuk puncak musim kemarau,” jelas Kepala BPBD Bantul, Drs Dwi Daryanto MSi.

Kondisi itu terjadi di wilayah Srimartani Kecamatan Piyungan, Wukirsari Imogiri dan sejumlah wilayah di Pandak. Kecamatan tersebut masih memerlukan air bersih. Untuk menopang kebutuhan air di wilayah itu BPBD Bantul sudah mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 40 juta melalui pos anggaran dana tidak terduga.

Sementara itu warga di wilayah Wonolelo Pleret juga masih kesulitan mendapatkan air bersih. ”Kemungkinan ketersediaan air bersih normal setelah sebulan hujan. Di Wonolelo ada 5 titik kekeringan yaitu di Ploso RT 1, Cegokan RT 3 dan RT 1, Mojosari RT 5 dan RT 1 dan Ponpes Walisongo,” tutur Lurah Wonolelo, Ahmad Furqon, Minggu (08/12/2019), saat menerima bantuan 5 tangki air bersih dari Patriot Garda Nusantara (PGN). (Roy/Jdm/R-4)

BERITA REKOMENDASI