Bantul Diwacanakan Miliki Asuransi Pertanian

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Kabupaten Bantul kembali mendapatkan musibah banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah kecamatan. Hal itu pun juga berdampak pada aspek pertanian. Agar dampak tidak semakin luas, diwacanakan agar Pemkab Bantul memiliki asuransi pertanian.

Dampak yang dirasakan di bidang pertanian, perikanan dan peternakan ialah gagal panen dan kerugian yang harus diderita para petani. Untuk itu, Komisi B DPRD Bantul mewacanakan Bantul mempergunakan asuransi pertanian. Sehingga risiko kerugian dikarenakan bencana dapat dicover oleh pihak ketiga sehingga para petani menjadi lebih tenang.

Anggota Komisi B DPRD Bantul H Setiya menuturkan bencana banjir ini makin sering dirasakan, setiap tahun Bantul hampir selalu ada. Selain dengan berbagai upaya pengendalian, perlu juga dipikirkan untuk melakukan mitigasi bila terjadi bencana.

"Nah, asuransi pertanian bisa menjadi salah satu alternatif. Memang problemnya adalah kesadaran para petani sendiri untuk menggunakan asuransi pertanian. Apalagi bila harus membayar premi terus menerus," jelasnya.

Untuk itu, imbuh Setiya yang juga anggota Badan Anggaran ini mewacanakan agar premi asuransi dapat ditanggung oleh pemerintah. "Dari pada setiap kali ada dampak bencana kemudian pemerintah daerah harus mengeluarkan dana besar untuk recovery, akan lebih ekonomis bila pemkab cukup membayar premi asuransinya saja," terang Setiya.

Diakui, pihaknya belum bisa menghitung berapa jumlah kebutuhan premi asuransi pertanian se-Bantul. Tapi gagasan ini patut dipertimbangkan.

"Saya berharap pemkab dalam hal ini Dinas Pertanian dapat melakukan kajian lanjutan agar wacana ini bisa direalisasikan. Siapa saja yang berhak, besaran premi dan manfaat atau klaim yang akan diterima. Termasuk syarat dan ketentuan," jelasnya.

Setiya berharap ke depannya asuransi pertanian ini bisa membantu para petani untuk melakukan mitigasi bencana, khususnya pada bidang pertanian. Baik pertanian pangan (sawah), perikanan (budidaya) dan peternakan. Fasilitas asuransi pertanian khususnya pertanian pangan, bisa juga diberikan sebagai insentif tambahan bagi petani yang rela mempertahankan lahannya untuk tidak alih fungsi atau program Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). (Aje)

BERITA REKOMENDASI