Bantul Klaim Nihil Zona Merah Hingga Tingkat RT

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL, KRJOGJA.com – Pemkab Bantul menyatakan 75 Desa/Kalurahan yang ada di Bantul telah memiliki Posko Tanggap Covid-19 maupun shelter isolasi warga terkonfirmasi positif setempat. Dari sekitar 9.900-an Rukun Tetangga (RT) yang ada di Bantul, tidak ada yang masuk kategori Zona Merah berdasarkan data yang dilaporkan per 14 Februari 2021. Hal tersebut merupakan bentuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro yang telah dilaksanakan dengan baik di wilayah Bantul.

“Bagi Pemkab Bantul, seluruh desa telah melaksanakan PPKM berbasis mikro dengan baik sejauh ini. Karena regulasi pusat untuk melakukan kegiatan PPKM berbasis mikro baik di tingkat desa, pedukuhan dan Rukun Tetangga (RT) itu sama menggunakan Instruksi Bupati Bantul No 5 Tahun 2021,” tutur Sekda Bantul Helmi Jamharis usai ditunjuk sebagai Pelaksana Harian (Plh) Bupati Bantul di Bangsal Kepatihan, Rabu (17/2).

Helmi mengatakan seluruh desa yang berjumlah 75 Kalurahan di Bantul telah memiliki Posko Tanggap Covid-19. Posko Tanggap Covid-19 ini guna menampung informasi dan sekaligus menindaklanjuti keluhan yang disampaikan oleh warga masyarakat. Kedua, Posko Tanggap Covid-19 tersebut bertugas melaksanakan monitoring serta pengendalian serta edukasi kepada warga di wilayah tersebut. ” Semua desa yang ada di Bantul sudah membentuk posko tersebut, dimana dalam struktur organisasinya Lurah Desa sebagai Ketua Posko Tanggap Covid-19 di Kalurahan masing-masing. Keberadaan posko tersebut dikuatkan dengan Surat Keputusan Lurah Desa setempat,” tandasnya.

Selain Posko Tanggap Covid-19, Helmi menuturkan setiap desa di Bantul juga telah mempunyai shelter isolasi untuk menampung pasien positif Covid-19 yang tidak bisa melakukan isolasi mandiri. Shelter isolasi bagi warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 ini memiliki kapasitas berbeda sesuai kemampuan dan sarana yang dimiliki masing-masing desa.” Namun demikian keberadaan shelter tersebut tidak serta merta berdiri sendiri, tetapi ada supervisi yang dilakukan Puskesmas setempat. Sehingga ada pedoman yang harus dilaksanakan seandainya shelter tersebut dimanfaatkan warga dalam rangka isolasi warga yang positif terinfeksi virus Korona,” imbuhnya.

BERITA REKOMENDASI