Bantul Terus Genjot Populasi Sapi

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL (KRJogja.com) – Ketersediaan sapi di Bantul dipastikan bakal meningkat setelah program Sapi Indukan Wajib Bunting (Siwab) melampaui target. Merujuk data dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (Disperpautkan) Bantul hingga Desember 2017 ini sudah 24.000, ekor sapi betina diinseminasi buatan. Pencapaian itu dinilainya dipengaruhi beberapa faktor diantaranya  tingginya animo peternak di Bantul menyambut program itu.

"Peternak di Bantul antusias menyambut program Siwab, mereka mereka juga ikut inseminasi buatan  dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (Disperpautkan), " ujar Kepala Disperpautkan Bantul, Ir Pulung Hariyadi MSc didampingi Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Disperpautkan  Bantul, Joko Waluyo disela peringatan Hari Pangan E Dunia di Stadion Sultan Agung Bantul, Selasa (5/12).

Pulung mengungkapkan, dengan program tersebut kedepan Bantul konsisten menyediakan kebutuhan daging sapi di DIY. Selama ini 70 % kebutuhan daging di Bantul disuplai dari Bantul. Dalam acara itu juga dihadiri Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Peternakan,  I Ketut Diamirta Bupati Bantul, Drs H Suharsono.

Merujuk data Disperpautkan, di Bantul terdapat 30 jagal atau penyembelih sapi. Data tersebut menjadi bukti bahwa daging sapi berasal dari Bantul.  Dalam peringatan Hari Pangan tersebut juga dilakukan kontes kambing PE dan sapi, termasuk panen pedhet.

Dalam kontes sapi dan kambing PE diikuti 40 ekor kambing dan 53 sapi se- Bantul. Petugas dari Fakultas Peternakan UGM mendata dan menilai dari berbagai aspek. Salah satunya adalah proporsi berat serta ukuran tubuh hewan. (Roy)

BERITA REKOMENDASI