Bantul Wilayah Paling Parah Bencana Badai Savannah

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kabupaten Bantul menjadi wilayah terdampak terparah bencana banjir dan longsor di DIY, Minggu (17/03/2019). Hal ini bisa dilihat dari banyaknya wilayah serta korban terdampak.

”Bantul paling parah, indikatornya paling banyak kecamatan yang terdampak dan korbannya juga paling banyak,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Biwara Yuswantana di Pusdalops BPBD DIY.

Wilayah terdampak di Kabupaten Bantul, ungkap Biwara, meliputi 14 kecamatan, 35 desa, dengan rincian 26 desa tersebar di 10 kecamatan terdampak banjir dan 9 desa di 4 kecamatan terdampak longsor. Di Kabupaten Bantul tercatat sebanyak 4.427 warga terdampak yang tersebar di 17 titik evakuasi dengan dua korban meninggal dunia, yakni Sudiatmojo (80) warga Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri dan Painem (70) warga Karangtengah, Kecamatan Imogiri.

Selain itu ada tiga orang korban lagi di Desa Wukirsari, Imogiri yang tertimbun longsor dan masih dalam proses pencarian. Selain Bantul, empat kecamatan di Kabupaten Kulonprogo yakni Kecamatan Panjatan, Wates, Sentolo dan Temon mengalami genangan.

Sedangkan longsor terjadi di Kecamatan Kokap dan Girimulyo Kulonprogo, sebanyak 580 warga terpaksa mengungsi di 6 titik pos penampungan. Sedangkan di Kabupaten Gunungkidul, wilayah terdampak longsor teridentifikasi di Kecamatan Wonosari, Purwosari, Semanu, Panggang, Tepus, Playen, Tanjungsari, Gedangsari, Karangmojo dan Patuk. Insiden ini menyebabkan 39 orang mengungsi.

”Hingga Senin (18/3) pukul 14.45 WIB, total penyintas bencana banjir dan longsor di DIY mencapai 5.046 orang yang tersebar di 23 titik pos evakuasi,” ujarnya.

Menurut Biwara, setelah proses evakuasi kemarin, BPBD DIY kini fokus pada upaya normalisasi dan mendata dampak kerugian akibat bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di DIY. ”Sekarang tim di lapangan masih mendata dan menginventarisasi kerusakan termasuk bangunan masjid dan sekolah. Untuk menentukan kerugian perlu data lebih lengkap dan cermat. Sedangkan warga dewasa kembali ke rumah untuk membersihkan lingkungan dan jalan akibat banjir dan longsor,” katanya. (Dev/Ria)

 

BERITA REKOMENDASI