Banyak Planggaran Kampanye Terjadi di Bantul

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Mendekati pelaksanaan Pilkada Bantul 2020, laporan dan penemuan pelanggaran kampanye yang masuk ke Bawaslu semakin banyak. Bentuk pelanggaran di antaranya pemberian barang, pemberian uang maupun janji-janji kepada calon pemilih.

“Ini sudah terjadi dan dilakukan oleh pihak kedua pasangan calon,” ungkap Ketua Bawaslu Bantul, Harlina.

Menanggapi kondisi tersebut, Pjs Bupati Bantul Budi Wibowo SH MM, minta Bawaslu melakukan penanganan secara tuntas dan bertindak tegas kepada pelakunya. “Jika terbukti melakukan politik uang, pelaku yang memberi maupun yang menerima samasama terjerat sanksi sesuai aturan yang berlaku. Maka harus ditindaklanjuti,” tegasnya.

Budi Wibowo juga minta kepada semua pihak, termasuk pasangan calon dan pendukungnya untuk ikut menciptakan Bantul yang kondusif dalam menyelenggarakan pesta domokrasi Pilkada 2020. Ketua Bawaslu Bantul, Herlina, mengakui banyak terjadi pelanggaran kampanye. Seperti pemberian barang yang disertai janji-janji.

“Sudah tahu hal itu merupakan pelanggaran, ya tetap dilanggar dengan mencari celah hukum yang bisa mereka lakukan,” ungkapnya.

Bawaslu Bantul banyak menerima pengaduan dari warga tentang pelanggaran kampanye Pilkada yang dilakukan oleh kedua paslon disertai dengan kata-kata propokatif. Bawaslu sendiri dalam operasinya di lapangan juga menemukan banyak pelanggaran. Karena itu Bawaslu akan bertindak tegas sesuai proporsi dan aturan yang berlaku.

Penemuan pelanggaran yang ditemukan Bawaslu di antaranya adanya 3 orang oknum BPD (Badan Permusyawaratan Desa) ikut berpihak untuk upaya kemenangan salah satu Paslon. Penemuan pelanggaran tersebut sudah disampaikan ke Pjs Bupati Bantul. (Jdm)

BERITA REKOMENDASI