Bapeten : 101 Instansi di DIY Manfaatkan Tenaga Nuklir

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.cm – Diseminasi pengawasan pemanfaatan tenaga nuklir di Indonesia dilakukan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) bersama anggota Komisi VII DPR RI, Drs HM Gandung Pardiman MM digelar di Kalurahan Sumbermulyo Kapanewon Bambanglipuro Bantul, Selasa (05/10/2021). Program tersebut diikuti 50 warga dengan protokol kesehatan ekstra ketat. Gandung juga menyerahkan bantuan CSR dari PLN Rp 50 juta untuk rumah pilah sampah bagi dusun Siten dan helm bagi peserta.

Dalam kegiatan tersebut disampaikan fungsi dan manfaat tenaga nuklir bagi kehidupan manusia. Hadir dalam acara itu Kapolsek Bambanglipuro Polres Bantul Polda DIY, AKP Khabibbulloh SPdI MM, Penewu Bambanglipuro Roy Robert Edison Bonai AP MM, Lurah Sumbermulyo Dra Ani Widayani.

Gandung Pardiman mengatakan, jika seni seorang pemimpin adalah ialah kemampuan dalam mengelola orang banyak. Jika mampu menancapkan sebuah rasa ‘katresnan’ kepada orang banyak. Figur sebagai pemimpin sudah berhasil dan sukses, oleh karena itu kedepannya dalam memilih pemimpin harus benar-benar yang punya rasa peduli kepada rakyatnya.

Gandung menjelaskan, program sosialisasi tentang nuklir penting bagi masyarakat agar tahu fungsi dan kemanfaatannya bagi manusia. Sejauh ini ini ketika mendengar istilah nuklir sudah terstigma semua membahayakan. Padahal banyak manfaat dipetik dari keberadaan nuklir bagi kelangsungan hidup manusia di dunia.

Koordinator Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) RI, Abdul Qohhar T E P menjelaskan, tentang nuklir yang tidak semua menakutkan dan punya manfaat bagi kehidupan manusia. Bahkan di DIY terdapat 101 instansi manfaatkan nuklir, 14 diantaranya berada di Bantul.

Sebagai contoh Puskesmas Bambanglipuro juga memanfaatkan nuklir untuk keperluan rontgen. Selain itu salah satu fungsi nuklir bisa untuk mamandulkan lalat dan nyamuk agar tidak berkembang biak. “Artinya bahwa tidak semua nuklir itu sesuatu yang menakutkan, karena sangat bermanfaat bagi manusia,” jelasnya.

Abdul Qohhar menjelaskan, berdasarkan pasal 14 Undang-undang Nomor 10 Tahun 1977 Tentang Pengawasan terhadap Pemanfaatan Tenaga Nuklir dilaksanakan badan pengawas. Badan tenaga nuklir nasional kini tergabung Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Tugasnya melaksanakan pengembangan atau penelitian misalnya soal bibit unggul. Kemudian badan pengawas tenaga nuklir juga ditugaskan oleh pemerintah untuk melakukan pengawasan terhadap seluruh pemanfaatannya di Indonesia. “Tujuannya memastikan pemanfaatan tenaga nuklir di Indonesia terjamin dari aspek keselamatan dan aspek keamanannya,” jelasnya.

Terkait Bapeten di Indonesia jumlahnya hanya satu, sementara instansi yang mesti dilakukan pengawasan jumlahnya mencapai 6 ribu. Sebaliknya sumber daya manusia di Bapeten itu kurang dari 500 orang. “Sehingga kami selaku badan pengawas hadir untuk melakukan pengawasan terhadap pemanfaatan tenaga nuklir sesuai ketentuan, ” jelasnya.

Penewu Bambanglipuro, Roy Robert Edison Bonai AP MM mengatakan sangat banyak kontribusi sudah diberikan Gandung Pardiman kepada masyarakat Sumbermulyo. “Saya mewakili masyarakat Sumbermulyo khsususnya dan Bambanglipuro umumnya terima kasih sebesar-besarnya Pak Gandung atas bantuan kepada masyarakat kami apalagi di saat pandemi seperti ini,” ujar Roy. (Roy)

BERITA REKOMENDASI