Bawa Clurit dan Mabuk, Berurusan dengan Polisi

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Petugas Reskrim dan Binmas Polsek Sedayu Polres Bantul Polda DIY, Sabtu (20/03/2021) malam mengamankan tiga pemuda yang kedapatan sedang mabuk-mabukan di sekitar Pasar Semampir. Diamankannya ketiga pemuda tersebut berkat laporan masyarakat, melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Argorejo Kapanewon Sedayu, Aipda Murgy SIKom. Ketiganya diketahui membuat keributan di sekitar Pasar Semampir.

Petugas dipimpin Kanit Reskrim AKP Muji Suharjo SH langsung menindaklanjuti laporan dengan mendatangi TKP. Pada awalnya ketiganya melakukan perlawanan, agar tidak ditangkap. Tetapi berkat kesigapan petugas, ketiganya akhirnya tidak berkutik, Selanjutnya, petugas membawa ketiga pemuda tersebut ke Mako Polsek Sedayu untuk diperiksa lebih lanjut.

Kapolsek Sedayu Kompol Ardi Hartana SH MH MSi, Minggu (21/03/2021) menjelaskan ketiga pemuda yang diamankan masing-masing AK (29) asal Pedes Argomulyo, Sedayu, Ft (28) asal Kadibeso Argodadi, Sedayu, dan Ms (22) asal Bangunjiwo, Kasihan. Setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif untuk mengetahui latar belakang perbuatan yang dilakukan ketiga pemuda tersebut, akhirnya petugas menetapkan AK sebagai tersangka, lantaran kedapatan membawa senjata tajam (sajam) jenis clurit.

Ardi Hartana menyampaikan, terhadap tersangka AK petugas menjeratnya dengan pasal 2 ayat 1 UU Darurat No 12 tahun 1951 tentang senjata tajam dan bahan peledak. Sedangkan Ft dan Ms sebatas dimintai keterangan terkait asal-usul minuman keras (miras) yang dimilikinya. Keduanya mengaku, miras dibeli di daerah Kasihan yang selama ini sudah menjadi langganannya. “Terhadap keduanya tidak dilakukan penahanan, hanya diwajibkan apel,” jelas Ardi Hartana.

Pada saat pertama kali ketiganya dibawa ke Polsek Sedayu, petugas juga ‘mengamankan’ sepeda motor Honda Vario dan Honda Scoopy. Ardi Hartana menegaskan pihaknya setiap hari melakukan patroli gabungan, keliling ke seluruh wilayah Kapanewon Sedayu dengan tujuan menciptakan stabilitas keamanan dan ketertiban.

Patroli keamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup, difokuskan di daerah-daerah yang dikenal rentan gangguan kamtibmas. Terhadap tersangka AK yang terbukti membawa senjata tajam jenis clurit dan membahayakan keselamatan orang lain, akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku. (Hrd)

BERITA REKOMENDASI