Bawang Merah Lahan Pasir Diserang Ulat, Petani Mulai Frustasi

BANTUL, KRJOGJA.com – Petani lahan pasir Srigading Sanden Bantul resah dengan munculnya hama ulat yang menyerang tanaman bawang. Jika terlambat melakukan menyemprot dengan obat,  serangan tersebut  bakal mematikan tanaman bawang merah. 

Sekarang ini petani mulai bingung cara menangani serangan ulat yang mendadak itu. Sementara Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul langsung turun tangan.

Ny Tujirah,  petani bawang merah warga Tegalrejo Srigading Sanden, Jumat (28/6/2019) mengatakan, hama ulat mulai menyerang ketika tanaman bawang merah usia dibawah satu bulan.

"Usia tanaman bawang merah ini baru umur dua minggu, dan sekarang sudah diserang ulat yang memakan daun bawang merah," jelasnya.

Tujirah mengungkapkan, hama ulat pertamakali menyerang tanaman bawang merah usia tiga  minggu, kemudian pindah ke tanaman bawang usia dua  minggu.

Dijelaskan, setelah diketahui tanamannya diserang ulat, langsung disemprot dengan insektisida atau obat pembunuh serangga. Jika tidak disemprot tanaman akan mati, daunnya layu dan kering. Setelah disemprot insektisida, ulat mati dan daun tanaman bawang akan bersemi kembali. "Penyebaran hama ulat cepat sekali dan kupu-kupu bertelurnya juga cepat," kata Tujirah.

Senada juga dialami Sumarno, petani warga Soge Sanden itu hampir putus asa melihat tanamannya layu diserang ulat.“Seranganya sangat masif, tanaman saya sulit rasanya untuk tumbuh normal,” ujarnya.  

Sementara Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul, Pulung Haryadi mengatakan, petugas sudah turun ke lapangan untuk melihat luasan lahan bawang merah yang diserang ulat. Selain itu pemerintah Bantul juga akan segera mengeluarkan surat edaran agar petani melakukan tanam bawang merah serentak. Langkah itu sekaligus memutus rantai penyebaran ulat.

“Kami minta petani serentak dalam mulai tanam, yang belum tanam kami imbau jangan dulu,” ujarnya.(Roy)

 

BERITA REKOMENDASI