Begini Trik Joki Masuk Kedokteran UMY

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL (KRjogja.com) – Kasus praktek perjokian ujian masuk Fakultas Kedokteran Umum gelombang III Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) terbongkar. Dalam kasus tersebut polisi sudah mengamankan seorang perempuan berinisial Rz (26) asal Pasuruan Jawa Timur.

Kepada penyidik, RZ menjelaskan praktek perjokian itu bermula ketika salah satu peserta ujian berinisial Ml asal Bekasi bertemu orang mengaku bernama Vito diparkiran kampus dan ditawari cara bisa masuk UMY. Selanjutnya pertemuan dilanjutkan disebuah homestay di Jalan Kaliurang untuk membahas teknisnya. 

“Dalam pertemuan itu ada kesepakatan jika lolos ujian itu Ml sanggup membayar Rp 200 juta, orangtua dari Ml juga sudah setuju, informasi sementara itu,” ujar Kapolsek Kasihan Kompol Supardi SH didampingi Kanit Reskrim Polsek Kasihan Bantul, AKP Endro Prasetyandoko SH. Setelah kesepakatan itu Ml hanya mendapat instruksi agar 15 menit sebelum ujian selesai, nomor dan nama diganti atas nama Sri Rejeki. Namun belum sempat nama dan nomor ujian diganti sudah ketahuan.

Supardi mengungkapkan, dalam praktek perjokian itu Rz yang ditengarai sebagai pelaku utama dalam data peserta ujian menggunakan nama Sri Rejeki asal Malang. Sementara Ml yang memanfaatkan jasanya tetap ikut ujian dengan identitas aslinya. Tetapi ketika waktu menyisakan 15 menit, Ml akan mengganti nama menjadi Sri Rejeki dan lembar yang semula atas nama Sri Rejeki diganti identitas Ml. 

“Jokinya perempuan berinisial Rz, dalam ujian itu Rz menggunakan nama Sri Rejeki sementara Ml sebagai pengguna jasa joki juga ikut ujian sesuai nama aslinya. Ketika waktu menyisakan 15 menit, identitas dihapus diganti. Lembar jawaban yang semula  Sri Rejeki diganti nama menjadi Ml dan Ml  diganti Sri Rejeki. Sehingga Ml akan mendapat nilai baik karena jokinya itu lulusan Farmasi UGM tahun 2016 lalu,” ujar Supardi.  

Tetapi antara  Ml dan Rz juga tidak saling tahu, karena teknis seperti itu sudah diatur oleh seseorang yang hingga kini masih diusut polisi. Sementara hasil pemeriksaan dari Rz, order untuk menjadi joki didapat dari seseorang berinisial Ad yang dikenalnya disebuah cafe. Ad juga disebut Rz yang memberikan KTP atas nama Sri Rejeki. “Intinya ada aktor intelektualnya dibalik semua ini, karena Ml juga tidak tahu mana jokinya, sementara Rz juga tidak mengetahui mana orang yang mennggunakan jasanya. (Roy)

 

BERITA REKOMENDASI