Belanja Sembako Pakai Upal, Pasutri Dikecrek

BANTUL, KRJOGJA.com – Polisi menetapkan pasangan suami istri (Pasutri) warga Kalurahan Trirenggo Kapanewon Bantul sebagai tersangka dalam kasus peredaran uang palsu (Upal) . Dua tersangka yakni Hdp (25) dan Vdr (26), kini masih menjalani pemeriksaan di Polsek Jetis Polres Bantul Polda DIY.

Dalam kasus tersebut, Vdr dijerat Pasal 26 ayat 2 dan Pasal 36 ayat 2, ayat 3 UU RI no 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang. Vdr yang membelanjakan uang palsu terancam pidana 10 atau 15 tahun penjara atau denda paling banyak Rp10 miliar atau Rp15 miliar. Sementara Hdp dijerat pasal yang sama dengan tambahan Pasal 55 ayat 1 ke 1e KUHP dimana dirinya menyuruh melakukan atau turut serta dalam perbuatan itu dengan ancaman 10 atau 15 tahun penjara.

Kapolsek Jetis AKP Hatta Azharuddin Amrullah didampingi Kanit Reskrim Polsek Jetis, Ipda Yuwana SH Selasa (25/5) mengatakan, kedua tersangka melancarkan aksi tersebutnya Rabu pekan lalu. “Tersangka Vdr datang ke Pasar Barongan pukul 10.00 untuk belanja sembako menggunakan uang palsu Rp50 ribu,” ujarnya. didampingi Kasubbag Humas Polres Bantul Iptu Sumaryata.

BERITA REKOMENDASI