Belum Ada Pengajuan Keberatan Pembayaran THR di Bantul

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL, KRjogja.com – Sampai Senin (3/5), atau H-10 jelang Idul Fitri 1442 H / Lebaran 2021, di Bantul belum ada perusahaan yang mengajukan keberatan untuk memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan.

“Artinya sampai saat ini semua perusahaan di Bantul masih sanggup membayarkan THR kepada pekerjanya,” ungkap Sekretaris Disnaker Bantul, Istirul Widilastuti di ruang kerjanya, Senin (3/5).

Dijelaskan, Tim monitor THR Disnaker Bantul sudah melakukan monitoring di 21 perusahaan secara acak. Dari monitoring tersebut, belum ada perusahaan yang tidak sanggup membayarkan THR kepada karyawannya. Tetapi ada perusahaan yang akan berembuk dengan karyawannya dulu, sebelum batas akhir pemberian THR atau H-7.

Menurut Tirul, boleh saja THR diberikan sehari sebelum Lebaran. Tetapi harus ada kesepakatan bersama dengan pekerja dan ada surat kesanggupan membayarkan THR. “Surat kesanggupan membayar THR harus sudah dikirim ke Disnaker setidaknya pada H-7,” imbuhnya.

Untuk pembayaran THR di Bantul sudah diatur dengan aturan sesuai edaran Bupati, sehingga pihak perusahaan maupun pekerja tinggal mengikuti apa yang tertera dalam peraturan tersebut. Untuk menerima pengaduan terkait pembayaran THR, Disnaker Bantul sejak Senin pekan lalu sudah membuka Posko THR, sehingga apabila ada permasalahan terkait dengan THR bisa diadukan atau diselesaikan lewat Posko THR.

Di Bantul saat ini ada 1.000 perusahaan dari skala kecil, sedang dan besar. Jumlah pekerja lebih dari 40.000 orang. Bagi perusahaan kecil atau industri rumah tangga yang yang jumlah pekerjanya kurang dari 10 orang, sebagian tidak memberikan THR. Tetapi pekerjanya tidak melakukan tuntutan, karena pihak pekerja memahami, jika harus membayarkan THR perusahaanya bisa bangkrut. Perusahaan kecil seperti itu pada umumnya memberikan kain, baju, sarung dan sejenisnya yang istilahnya pemberian “mentering”. (Jdm)

BERITA REKOMENDASI