Berdayakan Ekonomi Lewat Pengajian

BANTUL, KRJOGJA.com -Petisi memajukan usaha mikro dan menolak rentenir ditandatangani ibu-ibu anggota Kajian Memberdayakan Umat (Kajianmu). Proses penandatanganan tersebut berlangsung dalam acara Syawalan dan Milad ke-2 Kajianmu berlangsung di halaman Masjid Darussalam Ngentak Argorejo Sedayu, Bantul pada Minggu (23/6).

Penandatanganan petisi memajukan usaha mikro, menolak rentenir juga dilakukan Camat Sedayu Drs Fauzan Muarifin  diikuti beberapa kepala dukuh, pengurus takmir dan tokoh masyarakat yang hadir pada acara itu.

“Pengembangan pemberdayaan ekonomi umat terutama para pelaku usaha mikro kecil oleh Kajianmu dapat dikomunikasikan lewat padukuhan. Pemberdayaan ekonomi dan usaha mikro memang butuh partisipasi banyak pihak. Tak semua dibebankan kepada negara,” ujar Fauzan sebagaimana keterangan persnya.

Pendiri dan Pengasuh Kajianmu Ghufron Mustaqim menuturkan, pemberdayaan ekonomi lewat kegiatan pengajian yang digagasnya bertolak dari pengalaman Rasulullah SAW membina masyarakat Madinah. Setelah membina iman Rasululloh membangun ekonomi. “Kajianmu ingin meneladani membina iman dengan kegiatan pengajian ditambah pendampingan ekonomi atau usaha jamaah. Kajianmu juga membantu modal awal jamaah semula usaha omzet bulanan Rp 3-5 juta, sudah mulai meningkat,” ujar Ghufron sembari mengungkap berdasar data Kajianmu total omzet 60 unit usaha jamaah yang didampingi di wilayah Sedayu, Moyudan dan Minggir serta Kalibawang mencapai angka Rp 400-500 juta per bulan.

Agenda ke depan Kajianmu, lanjut Ghufron, bukan membangun masjid baru tetapi bagaimana makin memakmurkan masjid yang sudah ada. Kemakmuran masjid dicapai bila masjid peduli dengan jamaah. Karena itu, lanjutnya, Kajianmu menjalin kerja sama dengan takmir masjid secara lebih luas.

"Dalam dua tahun pengajian rutin tiap pekan di 16 masjid. Kami membina 357 jamaah sementara dana pinjaman yang telah digulirkan sebanyak Rp 107 juta. Pinjaman tanpa jaminan dan tanpa bunga, syaratnya peminjam rajin datang mengaji dan peminjaman maksimal Rp 3 juta setiap jamaah,” tambahnya.

Ghufron berharap, Kajianmu dapat menyelenggarakan pengajian rutin di lebih banyak masjid bekerja sama dengan takmir, organisasi NU, Muhammadiyah atau organisasi lain untuk mendampingi dan memajukan lebih banyak usaha. “Pada 2020 target kami bisa mendampingi lebih dari 1000 usaha mikro,” ucapnya. Acara Syawalan dan Milad ke-2 Kajianmu di samping diisi pengajian juga diisi bazar, cek kesehatan gratis dan lounching program baru Kajianmu yakni reresik masjid. (*)

 

 

 
 

BERITA REKOMENDASI