Berharap Hasil Panen Melimpah, Petani Gilangharjo Gelar Sumpetan

PANDAK, KRJOGJA.com – Petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Ngudi Makmur Blok 1 Dusun Kauman Desa Gilangharjo Pandak Bantul menggelar ritual Sumpetan atau Buntu Tandur. Tradisi tersebut dilakukan Rabu (03/01/2017) sebagai bentuk doa agar target panen di atas lahan 10 hektare melimpah.

Ketua Kelompok Tani Ngudi Makmur Blok 1, Jawadi mengatakan, kegiatan tersebut  perwujudan rasa syukur atas rezeki yang selalu diberikan Allah SWT. Ritual ini selalu digelar setiap kali usai masa tanam, sehingga setiap tahun  dilakukan tiga kali.  "Doa dipimpin sesepuh kampung, para petani ini berharap bibit padi yang ditanam bisa menghasilkan bulir padi secara maksimal."

Jawadi mengaku pada musim tanam ketiga sebelumnya, produksinya 9 ton gabah kering pungut setiap hektarnya.  Meski begitu, angka itu masih kurang maksimal, karena targetnya 10 ton perhektar..  

Dari hasil itu masih dikurangi sekitar 1 ton sebagai upah penggarap lahan. Sehingga hasil bersih yang diperoleh para petani hanya 8 ton gabah kering pungut per-hektar. Kendala musim tanam sebelumnya karena cuaca  tidak menentu.  Masuknya musim tanam ini dia bersama petani lain menanam padi jenis Mentik Susu dengan harapan bisa menghasilkan gabah dengan maksimal.

Tokoh masyarakat setempat, Eko Sutrisno Aji mengapresiasi  para petani yang masih mempertahankan ritual sumpetan sebagai warisan turun temurun.  Anggota DPRD Bantul ini mengatakan, ritual tersebut membuktikann untuk mendapatkan hasil maksimal tidak sekedar memupuk atau meggarap tanaman maksimal, perlu  usaha secara batin. Dengan begitu semangat petani dalam memproduksi pangan bagi masyarakat lebih tinggi. (Roy)

BERITA REKOMENDASI