Bimawa UAD Gelar ‘Undergraduate Conference Multidicipline Science’

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL, KRJOGJA.com – Perkembangan keilmuan, seiring dengan berbagai permasalahan kemasyarakatan, melahirkan kajian multidisiplin. Ironisnya, keberadaan mata kuliah dengan ciri keilmuan yang berbeda masih dipandang sebelah mata. Indonesia sebenarnya butuh inovasi pendidikan.

“Secara simultan, ilmu lintas disiplin termasuk dalam kategori ilmu yang paling cocok untuk menghadapi segala kompleksitas permasalahan global saat ini,” ujar Danang Sukantar MPd, Ketua Undergraduate Conference Multidicipline Sciene/Konferensi Mahasiswa Jenjang Sarjana Multidisiplin Ilmu di Kampus 4 UAD, Ringroad Selatan, Bantul, Kamis (10/12/2020). Kegiatan diselenggarakan Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) UAD tersebut dibuka Gatot Sugiharto MH (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UAD).

Didampingi Caraka Putra Bhakti MPd (Wakil Ketua), Danang Sukantar mengatakan, selain nyaman, studi multidisiplin tersebut mampu menjangkau hampir semua mata pelajaran pengetahuan dan teknologi. Secara spesifik, pendekatan interdisipliner dapat diterapkan sebagai solusi di Indonesia atas tantangan yang dihadapi, antara lain perubahan iklim, ketenagakerjaan, ekonomi kreatif, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pendidikan, media sosial, dan negosiasi antar institusi. Seiring dengan fen

“UAD yang memiliki sekitar 26.000 mahasiswa S1 harus menjadi katalisator untuk kehidupan yang lebih baik, tidak hanya sekarang, tapi juga di masa depan,” kata Danang Sukantar juga menjabat Kabid Pembinaan Organisasi Kemahasiswaan dan Prestasi Mahasiswa Bimawa UAD.

Berangkat dari pemikiran itu, kata Danang Sukantar, Bimawa UAD merintis inovasi pendidikan melalui kolaborasi lintas disiplin dan saling melengkapi serta mengembangkan ilmu multidisiplin dalam Konferensi Sarjana Multidisiplin Ilmu sebagai solusi untuk menyebarluaskan gagasan mahasiswa sarjana untuk masa depan yang lebih baik.

UAD

BERITA REKOMENDASI