BKKBN Minta Warga Bantul Lupakan Ungkapan ‘Banyak Anak Banyak Rejeki’

BANTUL, KRJOGJA.com – Beberapa puluh tahun kebelakang, para orangtua di Indonesia kerap memunculkan ungkapan untuk pasangan suami istri yang baru menikah agar segera memiliki keturunan dengan embel-embel “banyak anak banyak rejeki”. Ungkapan tersebut tidaklah keliru, namun dianggap tak lagi tepat diterapkan di masa sekarang ini.

Negara melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sejak beberapa tahun terakhir getol mengkampanyekan program Keluarga Berencana (KB) dengan slogan dua anak cukup. Berbagai program sosialisasi pun terus dilakukan di berbagai wilayah termasuk di DIY.

Setelah Minggu (17/12/2017) melakukan sosialisasi Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Kecamatan Kokap, Kulonprogo, BKKBN kembali melakukan sosialisasi kali ini pada masyarakat di Kalirandu Bangunjiwo Kasihan Bantul, Senin (18/12/2017). Di hadapan masyarakat, Rosdiana perwakilan BKKBN DIY mengungkap di masa yang sangat dinamis saat ini, prinsip masyarakat dalam berkeluarga harus mulai diubah.

“Jika dulu ungkapan orang tua banyak anak banyak rejeki maka harus diubah karena di Indonesia, ketika banyak anak maka akan timbul pula banyak kesulitan dan permasalahan dalam keluarga. Inilah yang harus diubah bahwa untuk berkeluarga itu harus benar-benar direncanakan,” ungkapnya.

Rosdiana mengingatkan warga di Kalirandu agar sebelum menikah bisa merencanakan kehidupan berkeluarga termasuk dalam memiliki momongan. “KB itu bukan berarti tidak boleh mempunyai anak banyak, hanya saja akan lebih aman ketika menjalani kehidupan berumah tangga dengan program KB tersebut” sambungnya.

Sementara Parja, Lurah Kalirandu mengatakan sosialisasi dari BKKBN cukup membantu masyarakat di wilayahnya untuk lebih memahami tentang program merencanakan keluarga. Ia tak memungkiri masih banyak masyarakat yang belum menerapkan namun sebenarnya memiliki niat untuk mengarah ke hal tersebut.

“Warga kami banyak yang aktif mensosialisasikan program KB dan harapannya kedepan ada pendampingan intensif agar program ini semakin terlaksana dengan baik,” terangnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI