BPBD Antisipasi Kekeringan Musim Kemarau

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Pada 2019 ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul berencana memasang alat pemanen hujan. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi potensi terjadinya kekeringan saat musim kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Drs Dwi Daryanto MSi menuturkan akan ada alat pemanen hujan yang dipasang di tiga titik rawan kekeringan yakni Kecamatan Imogiri, Dlingo dan Piyungan. Adapun alat pemanen ini terdiri dari bak penampungan air berkapasitas 10 ribu liter. Ditambahkan Dwi alat ini utamanya dipasang di beberapa fasilitas umum seperti masjid dan sebagainya.

”Teknisnya limpahan air hujan ini diolah supaya menjadi air yang layak konsumsi. Air hujan yang jatuh melalui atap rumah akan disalurkan menuju bak penampungan. Namun sebelum masuk ke dalam bak penampungan air terlebih dahulu melalui proses filterisasi. Sehingha air yang masuk ke bak dalam keadaan bersih,” urainya.

Tiga alat pemanen air hujan yang akan dipasang tahun ini, merupakan pilot projek. Sementara tahun 2020 mendatang akan dipasang tiga alat lainnya. Adapun musim kemarau diprediksikan aka terjadi pada Agustus hingga September mendatang.

Berdasarkan pengalaman tahun lalu dipetakan ada tujuh kecamatan di Bantul yang berpotensi mengalami kekeringan. Tujuh kecamatan di antaranya Kecamatan Dlingo, Pleret, Pundong, Pandak, Kasihan, Imogiri dan Piyungan. (Aje)

BERITA REKOMENDASI