Budidaya Jagung Untungkan Petani

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL (KRjogja.com) – Varietas jagung Bisi 18 diklaim mampu menghasilkan 12 ton per hektare. Varietas jagung ini juga tahan terhadap hama bule, sementara  masa panen lebih cepat dibandingkan varietas jagung lainnya. Sementara petani menilai komoditas jagung dinilai sangat menguntungkan dibanding tanaman lainnya.

Ketua Kelompok Tani Sido Makmur 3 Derman Sumbermulyo Bambanglipuro Bantul, Muji Widodo Munawar  mengatakan, stabilnya harga jual jagung dipasaran jadi alasan petani di Sumbermulyo melakukan budidaya varietas itu. Komoditas itu dinilai sangat menguntungkan ketimbang lainnya jika dilihat aspek keuntungan. Selain itu, komoditas jagung sepanjang tahun jarang harga jual anjlok diluar kewajaran. “Jarang sekali harga jatuh, itu yang membuat kami semangat,” ujar Muji disela panen raya jagung di bulak Derman, Senin (23/10).

Sekarang ini  harga jagung kering pipil  kisaran RP 3.500,/kg. Dengan harga itu petani sangat  diuntungkan. Selain itu setiap memasuki panen raya harga jagung jarang anjlok seperti komoditas lainnya. Jika turun Rp 100, itu masih sangat wajar. Menurut Muji Widodo sering pula terjadi petani menunda jual jagung agar bisa mendapatkan harga tinggi.

Bupati Bantul Drs H Suharsono mengatakan,  bibit jagung varietas Bisi 18 merupakan pemberian atau bantuan dari Gubernur yang  dikatakan oleh Sultan merupakan varietas bagus dan perlu dicoba. "Jika Pak Gubernur DIY sudah perintah, saya jalankan dan hasilnya cukup memuaskan," ujarnya.  Dengan produktivitas jagung  yang cukup tinggi setidaknya target swasembada jagung cepat tercapai.

Kepala Dinas Pertanian Perikanan, Kehutanan  dan Kelautan (Diperpautkan) Ir Pulung Haryadi MSc, mengatakan tanam ke tiga sekarang ini terdapat 4.000 hektare sawah ditanami padi. Dari jumlah tersebut 1.500 hektar jagung mendapatkan bantuan dari APBN. 

"Rata-rata produktivitas jagung perhektare mencapai 9,5 ton naik hampir 100 persen dari sebelumnya yang hanya 4,5 ton perhektarenya," kata Pulung. Marketing Area Yogya-Solo PT Bisi International Tbk Yunarso, mengatakan di Yogyakarta khususnya Bantul, lahan yang digunakan untuk percontohan penanaman jagung varietas Bisi 18 mencapai 1100 hektar. (Roy)

 

BERITA REKOMENDASI