Bujuk Lansia Demi Sukseskan Vaksinasi

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Keluarga peranan sangat vital untuk mendorong kesuksesan program vaksinasi Covid-19 bagi lansia. Butuhkan strategi khusus agar partisipasi vaksinasi lansia meningkat. Beragam persoalan menghambat vaksinasi lansia di Kabupaten Bantul. Sementara Satgas pencegahan Covid -19 kapanewon, puskesmas kalurahan, dukuh hingga kader tingkat dusun terus mencari solusi agar vaksinasi lansia sukses.

“Dukungan keluarga sangat penting sekali untuk kelancaran program vaksinasi lansia ini, ternyata banyak hambatan kami temui di lapangan penyebab program ini butuh dukungan semua pihak, ” ujar Koordinator Lapangan vaksinasi lansia Kalurahan Muntuk Dlingo sekaligus Jagabaya Kalurahan Muntuk, Sajimin disela memantau vaksinasi di Kalurahan Muntuk Dlingo Bantul, Rabu (09/06/2021).

Kerasahan Sajimin cukup beralasan mengingat tingkat partisipasi lansia hadir dalam vaksinasi mentok di angka 50% dari keseluruhan. Oleh karena itu khusus Kalurahan Muntuk vaksinasi dilaksanakan di kalurahan.

Bahkan kepala dusun menyediakan kendaraan untuk antar jemput demikian ada pula keluarga mengantar langsung. “Yang saya katakan peran keluarga sangat penting ialah harus meluangkan waktu mengantar, meyakinkan jika vaksinasi itu baik demi kesehatan, ” ujarnya.

Data di Kalurahan Muntuk terdapat 1.146 lansia yang mesti divaksi. Dari jumlah tersebut, ternyata persentase kedatangan baru diangka 50 persen.

Sebagai ilustrasi, vaksinasi tahap 1 Selasa lalu, dari 392 lansia, hanya 142 yang ikut vaksin. Sebenarnya upaya mendongkrak partisipasi sudah dilaksanakan dengan sosialisasi oleh bhabinkamtibmas, kader, dukuh puskesmas hingga kalurahan.

Sementara Korlap Penanganan Covid -19 Kalurahan Mangunan, Widodo punya strategi tersendiri agar partisipasi lansia ikut vaksin meroket. Salah satunya dengan menempatkan vaksinasi di balai dusun masing-masing.

Tidak hanya itu Widodo juga menempatkan personel khusus untuk antar jemput lansia di wilayah tersebut. “Lansia di Mangunan kurang lebih diangka 1.000, dari empat dusun yang sudah divaksin tersebut, kehadiran diatas 80 persen,” ujarnya.

Ketika lansia tidak hadir dalam program vaksinasi tanpa keterangan ada ada petugas melakukan penjemputan. “Biasanya mereka tidak hadir karena tidak ada yang mengantar kami fasilitasi. Tetapi ketika mereka benar-benar takut dan trauma divaksinasi kami tidak memaksa,” jelasnya.

Penewu Dlingo, Deny N Hartono mengatakan lansia di wilayahnya ada sekitar 6.000 orang. Pihaknya tidak menampik peran masyarakat dan keluarga penting sekali untuk kesuksesan vaksinasi lansia.

Awalnya dipusatkan di puskesmas, tetapi karena jarak cukup jauh dan problem lain sehingga partisipasi perlu ditingkatkan. Oleh karena itu pihaknya berusaha jemput bola dengan vaksinasi di kalurahan dan dusun sehingga partisipasinya diangka 98 persen. (Roy)

BERITA REKOMENDASI