Buntut Bentrok Suporter, Polisi Tetapkan 2 Tersangka

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL (KRjogja.com) – Polisi menetapkan dua tersangka dalam kasus keributan usai pertandingan Persiba dan Persis Solo di Stadion Sultan Agung Bantul. Keduanya yang ditengarai pendukung PSIM itu ditetapkan sebagai tersangka lantaran terbukti membawa senjata tajam ketika bentrokan terjadi di Ring Road Singosaren Banguntapan Minggu (7/5).

"Kita sudah tetapkan sebagai tersangka, barang bukti juga sudah kita amankan," ujar Kapolres Bantul, AKBP Imam Kabut Sariadi SIK MM, Senin (8/5).

Imam mengatakan, dalam bentrokan itu polisi mendapatkan empat laporan dan menangkap 8 orang. Dua membawa sajam, satu orang membawa ketapel. Ada juga yang ditangkap Polsek Imogiri akibat memprovokasi melakukan pelemparan batu kepada rombongan suporter dari Solo. Dijelaskan, orang yang diamankan karena membawa ketapel masih jadi saksi. Pertimbangannya  ketapel bukan katagori senjata tajam. 

Imam mengatakan, satu unit mobil milik Sabhara Polda DIY yang melakukan patroli dan pengamanan usai pertandingan juga tak luput lemparan batu dibagian kaca depan namun tidak sampai kaca pecah.

Terkait tentang pemicu bentrok, sejauh masih dalam pendalaman penyidik. "Motifnya apa sehingga terjadi bentrok masih kita dalami," jelasnya. 

Namun hasil penelusuran KR dilapangan, bentrokan dipicu diduga ada tulisan kurang pantas dari Pasopati yang ditujukan kepada PSIM. Tulisan kurang sopan itu yang dibuat di Stadiun Sultan Agung lantas difoto dan diunggah ke media social.  Sehingga Brajamusti tersinggung dan melakukan  penghadangan serta sweaping mobil atau sepeda motor plat AD.

"Mungkin gara-gara tulisan yang menghina PSIM  kemudian, meluas di medsos hingga membuat Brajamusti tidak terima dan ngamuk," ujar sumber KR dilapangan. (Roy)

 

BERITA REKOMENDASI