Bupati Bantul: Belajar Daring Memang Tidak Efektif

Editor: Ary B Prass

BANTUL, KRJogja.com– Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih memonitoring pelaksanaan vaksinasi di SMAN 1 Jetis Bantul, Senin (30/8/2021). Sebanyak 755 mengikuti program vaksinasi kerjasama SMAN 1 Jetis dan Kodim 0729 Bantul tersebut. Setelah vaksin selesai, sekolah tersebut sebagai salah satu lokasi ujicoba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

“Kami mengapresiasi TNI /Polri percepatan vaksinasi di Kabupaten Bantul, per hari ini sudah mencapai 45%. Percepatan vaksinasi dari anak-anak sekolah kita SMP maupun SMA ini bagian dari prioritas.  Karena mereka pada saatnya harus masuk sekolah belajar secara luring atau masuk kembali ke sekolah, karena kita tidak ingin belajar daring terus-menerus,” ujar Halim disela monitoring vaksinasi di SMAN 1 Bantul.

Bupati juga didampingi  Wakil Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) DIY, Drs  Suhirman MPd, Kepala SMAN 1 Jetis Bantul,  Drs Jamal Sarwana, Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharja, Wakil Ketua Komite SMA N 1 Jetis Bantul, Drs Sokiran MPd.

Halim mengungkapkan, jika belajar daring secara terus menerus memang tidak efektif.  Oleh karena itu, ketika semua siswa tervaksin dan imunnya juga terbentuk akan lebih percaya untuk kembali belajar di sekolah. Halim menargetkan,  pokoknya tahun ini sampai Desember 2021 sudah 100%. Karena sasaran vaksin sekarang ini  836.000 dan baru tercapai 45% berarti masih 55%.

“Sehingga sisa 55 % yang akan kita kebut sampai Desember 2021.  Maka kehadiran TNI-Polri sangat  penting untuk percepatan ini,” ujar Halim.

BERITA REKOMENDASI