Bupati Bantul: Buang Sampah Tidak Pada Tempatnya, Berdosa!

BANTUL, KRJOGJA.com – Membuang sampah tidak pada tempatnya merupakan perbuatan yang berdosa. Dosa menurut agama juga menurut negara. Membuang sampah di sembarang tempat tidak mencerminkan kasih sayang kepada anak, cucu, cicit ke depan. Maka jika masih mencintai anak dan cucu, kelolalah sampah dengan baik.

Hal tersebut dikemukakan Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Bank Sampah Alam Lestari Ceme 02 Srigading Sanden Bantul, ditandai dengan panen raya Eco Enzyme, penanaman pohon dan pembuatan Eco Enzyme untuk Kabupaten Bantul, Minggu (19/6/2022).

Diungkapkan Abdul Halim, Bantul telah mencanangkan program daerah, yakni Bantul Bersama ( Bersih Sampah Tahun 2025), sehingga pada tahun 2025 Bantul sudah harus bersih dari sampah.

“Artinya sampah tidak berceceran, tidak bertebaran dimana-mana atau di tempat yang tidak layak untuk ditempati sampah. Seperti saluran irigasi, di sawah, sungai, pinggir jalan dan lainnya. Sampah harus berada di tempat yang seharusnya. Itupun masih harus dibudidayakan menjadi sampah yang dipilah- pilah dan dikelola dengan baik, sehingga tidak dibuang lagi di TPA Piyungan,” ungkap Bupati Bantul.

Karena dalam kurun waktu 10 hingga 20 tahun lagi TPS Piyungan sudah tidak mampu menampung sampah lagi. Sekarang saja sudah menimbulkan masalah di masyarakat Piyungan, menolak ketempatan sampah.
“Maka sampah di Bantul jika tidak dikelola dengan baik, Bantul akan penuh sampah, anak dan cucu kita yang mendapatkan warisan dampak pembuangan sampah, ” imbuhnya.

BERITA REKOMENDASI