Bupati Tidak Mau Lagi Dengar Petani Bantul Keluhkan Rugi

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Petani di Parangtritis Kretek Bantul melakukan tanam massal bawang merah di lahan seluas 167 hektare. Karena luasnya lahan dan terbatasnya jumlah petani, maka tanam serentak tidak bisa dilakukan dalam waktu sehari, tetapi dilakukan mulai Kamis (25/06/2020) hingga membutuhkan waktu 7 hingga 10 hari.

Bupati Bantul, Drs H Suharsono yang melihat langsung kegiatan petani bawang merah di Parangtritis Jumat (26/06/2020) mengapresiasi kekompakan dan semangat petani di Parangtritis. Bupati Bantul minta agar semangat petani di Parangtritis tidak boleh kendor, karena untuk peningkatan hasil produksi bawang merah yang diharapkan mencukupi kebutuhan keluarga.

“Kami tidak akan mau mendengar lagi keluhan petani bawang merah, karena ketika panen harga bawang merah menurun. Jika terjadi penurunan harga ketika panen, pemerintah Bantul akan turun tangan mengatasi harga dengan membeli bawang petani,” tegas Bupati Bantul.

Sementara menurut Kasi Kesejahteraan Kalurahan Parangtritis, Ilyas Suprapto menjelaskan, tanam bawang merah yang dilakukan secara massal diatas lahan seluas 167 hektare ini merupakan tanaman bawang merah masa tanam ke-dua tahun 2020. Hasil masa tanam pertama sudah habis, bisa laku Rp 43.000 per Kg, sehingga petani tidak rugi.

Untuk kebutuhan masa tanam ke-dua benihnya selain dari persediaan petani sendiri kekurangannya mendatangkan dari Nganjuk Jawa Timur dengan harga Rp 55.500 per Kg. Setiap lahan seluas 1.000 meter persegi, membutuhkan benih sebanyak 100 Kg.

Untuk upaya penambahan keuntungan petani, tanaman bawang merah masa tanam ke-dua, setelah umur 2 pekan akan ditumpang sari dengan tanaman cabe. Hasil panen cabe dari tumpangsari tanaman bawang merah menurut Ilyas merupakan keuntungan tambahan yang diperoleh petani, sehingga hampir semua petani bawang merah melakukan tumpangsari dengan cabe. (Jdm)

BERITA REKOMENDASI