Butet Kartarajasa Ungkap Ridwan Kamil Bakal Biayai Penerjemahan Kitab Babad Padjajaran Miliknya 

Editor: Agus Sigit

BANTUL, KRJOGJA.com – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil bertandang ke kediaman Butet Kartarajasa di Tamantirto Kasihan Bantul, Rabu (6/3/2022) siang. Selain menengok seniman senior tersebut, Kang Emil juga membicarakan kelanjutan sinergi Jawa-Sunda yang diwakili Yogyakarta dan Jawa Barat.

Salah satu yang menarik diungkap Butet akan diwujudkan yakni melaksanakan transkrip kitab Babad Padjajaran yang dimilikinya. Buku yang dibeli sekian tahun silam dari kolektor dan bertuliskan tangan itu masih menggunakan aksara Jawa kuno sehingga perlu diterjemahkan agar bisa dipahami oleh manusia masa sekarang.

“Kang Emil mau suport penuh melatinkan kitab Babad Padjajaran yang jadi salah satu koleksi saya ini. Nantinya tentu akan melibatkan sastrawan atau penyair dalam proses perjalanannya. Babad Padjajaran ini dahulu ditulis oleh pujangga pada masanya dan harapannya bisa diprosakan agar bisa dibaca dan dimengerti setelah kita transkrip ke dalam bahasa latin,” ungkap Butet usai pertemuan.

Pertemuan dengan Kang Emil menurut Butet sangat penting karena selama ini kultur Jawa dan Sunda seolah terbelenggu sejarah masa lalu yang kurang baik. Proses transkrip Kitab Babad Padjajaran nantinya akan membuka cakrawala lebih mendalam tentang hubungan yang terjadi pada masa lalu.

“Orang Jawa, orang Sunda bisa membaca nilai kearifan budaya dari kitab Babad Padjajaran yang ditulis pujangga-pujangga Jawa pada masa lalu. Saya kira ini menjadi sangat menarik karena saya belum membaca sehingga belum tahu apa isi kitab tersebut,” tandas Butet

Sementara, Kang Emil mengatakan bahwa kunjungan ke kediaman Butet selain menengok dan mendoakan, juga menjadi upaya lanjutan atas komitmen Jawa Barat dengan Sri Sultan HB X beberapa waktu lalu. Emil merasa antusias setelah mengetahui adanya Babad Padjajaran yang ditulis dari sudut pandang pujangga Jawa di masa lampau.

“Saya juga menindaklanjuti komitmen dengan Ngarso Dalem, bahwa betapa hubungan antara Jawa-Sunda sangat baik namun kurang terekspos. Saat ini kita masuk ke level komunitas ke komunitas, kami ingin ada kerjasama seniman Jogja mewakili Jawa dengan Jawa Barat mewakili Sunda. Saya baru tahu ada cerita Padjajaran dalam kitab Jawa. Saya biayai terjemahan ke bahasa latin dan nantinya ke Bahasa Indonesia. Semoga hubungan budaya ini mendinginkan suasana di tengah panasnya berita politik, bahwa hubungan Jogja dengan Jawa Barat ini memberikan kesejukan,” pungkas Emil. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI