Cabut Gelar Mahasiswa Berprestasi, UII Digugat Alumni ke PTUN

BANTUL, KRJOGJA.com – IM, alumni Universitas Islam Indonesia (UII) melayangkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Yogyakarta. Pasalnya, IM yang saat ini baru saja menyelesaikan studi S2 di University of Melbourne dicabut gelarnya sebagai Mahasiswa Berprestasi UII tahun 2015 karena adanya dugaan tindak pelecehan seksual.

Kuasa hukum IM, Abdul Hamid, SH selepas sidang perdana, Senin (28/9/2020) mengatakan gugatan kliennya ke PTUN memang terkait surat yang dikeluarkan rektor UII pada IM. UII menurut Abdul Hamid mencabut gelar mahasiswa berprestasi UII 2015 yang membawa dampak luar biasa bagi kliennya sampai saat ini.

“UII mencabut gelar mahasiswa berprestasi se universitas tahun 2015. SK rektor ini muncul adalah hanya karena isu yang beredar di medsos yang diinisiasi UII bergerak dan UII story termasuk LBH Yogyakarta. IM dituduh melakukan pelecehan seksual, disebut predator dan dikatakan pelaku kekerasan seksual. Ketika isu itu bergulir klien kami ini masih di University of Melbourne,” ungkapnya pada wartawan.

Adanya SK rektor terkait pencabutan gelar mahasiswa berprestasi dari UII menurut Abdul Hamid dinilai secara tak langsung membenarkan perilaku yang dituduhkan pada IM terkait pelecehan seksual. Padahal, sampai hari ini tidak ada laporan kepolisian yang masuk di Indonesia dan kliennya bahkan sudah mendapatkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) setelah kembali ke Indonesia pada Agustus lalu.

BERITA REKOMENDASI