Cabut Gelar Mahasiswa Berprestasi, UII Digugat Alumni ke PTUN

“Semua masih fiktif, belum ada laporan di manapun. Sebelumnya ada petisi yang menginginkan klien kami dicabut beasiswa dan intinya digagalkan S2nya di sana (Melbourne). Universitas di sana sudah lakukan investigasi, sesuai prosedur oleh tim independen bahkan intelejen juga ikut menyelidiki dan sudah mengeluarkan rilis. Di situ pihak universitas di Melbourne tak menemukan sedikitpun terkait bahasa pelecehan seksual sehingga tak terjadi kesalahan apapun diputuskan mereka. Kejaksaan Melbourne pun mengeluarkan surat klien kami tak pernah melakukan perbuatan pidana, kriminal ataupun seperti yang dituduhkan. Ini yang jadi keyakinan kami untuk melangkah,” ungkapnya lagi.

Abdul Hamid menyatakan kliennya ingin dipulihkan nama baiknya serta pihak UII mengembalikan predikat mahasiswa berprestasi tahun 2015 seperti sebelumnya. “Kami sudah buat SKCK dan ini insyaallah clean and clear. Tuntutan kami di gugatan ini yakni UII mencabut kembali SK, dikembalikan seperti semula dan karena ada kerugian maka ada gugatan lanjutan. Kita juga siapkan laporan pada para pembully,” tandasnya.

Sementara Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan dan Alumni UII, Dr Rohidin yang hadir dalam sidang perdana menyampaikan pihaknya siap menghadapi gugatan dari salah satu alumni tersebut. UII kini sudah membentuk tim khusus beranggotakan 4-5 kuasa hukum untuk mengikuti proses persidangan.

“Kami hadapi ini dengan serius. Ada tim khusus sekitar 4-5 orang. Pertimbangan UII (mencabut gelar mahasiswa berprestasi IM) lebih pada etis. Seorang yang menyandang prestasi harusnya bersih dari segala isu, pertimbangan lain yakni yang diberikan oleh para penyintas. Nanti pada waktunya kami akan sampaikan semuanya,” tandas Rohidin. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI