Cara Kuasai Pasar Generasi Milenial Menurut Ahli

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL, KRJOGJA.com – Pemerintah mendorong UMKM untuk go digital agar mendapatkan benefit ekonomi lebih besar di era revolusi industri 4.0. Namun, kenyataannya masih sedikit yakni 37 persen yang mampu mengakses internet dan memaksimalkan usaha di platform digital. 

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudistira Adhinegara mengungkap saat ini Indonesia merupakan pasar potensial e-commerce dengan total pengguna internet mencapai 143 juta orang. 90 juta diantaranya menurut Bhima yakni generasi milenial yang memiliki karakter tersendiri. 

“Potensi pasar di Indonesia sangat besar, namun memang ada perubahan karakter terutama di kalangan generasi milenial. Ada selebgram, youtubers yang penontonnya jutaan orang dengan pendapatan yang besar juga,” ungkapnya dalam acara iPreneur bersama Bank BTPN dan iNews di Grand Dafam Rohan Kamis (28/2/2019). 

Dalam perdagangan pun, generasi milenial yang mendominasi pasar dengan jumlah 90 juta orang di Indonesia memiliki karakter tersendiri sebagai pembeli. Kemudahan dan inovasi menjadi hal yang dicari pembeli dari generasi milenial ini.

“Saat ini trend bisnis bersifat berumur pendek, bertahan kurang dari 6 bulan. Di sini kalau kita sebagai produsen, maka dituntut memperbaharui tempat, menu dan fasilitas lainnya yang membuat generasi milenial terus mau datang,” sambungnya. 

Bhima menyampaikan data saat ini tren pesan makanan melalui aplikasi pesan online seperti Go Food dan Grab Food mengalami peningkatan besar. Di 2018 jumlah transaksi mencapai Rp 27,6 trilyun (baru Go Food saja), di mana sebagian besar adalah generasi milenial dengan transaksi tiap orang antara Rp 50-150 ribu perminggu. 

“Jangan ragu untuk kerjasama dengan unicorn E-commerce yang membuat brand kita bisa dikenal lebih luas dan bisa dibeli siapa saja. Tapi masih ada problem UMKM yang baru 37 persen bisa akses internet. Ini tantangan sekaligus peluang bagi teman-teman UMKM di Indonesia untuk bisa berinovasi dan memasuki pasar E-commerce yang pasarnya masiu terbuka lebar,” imbuhnya. 

Beberapa bidang usaha yang bisa menjadi pilihan pun disampaikan Bhima di hadapan peserta yang sebagian besar merupakan pegiat UMKM di DIY. Kuliner dan fashion ternyata masih menjadi primadona perdagangan E-commerce saat ini. 

“Martabak manis jumlah transaksi di 2018 mencapai 5 juta kali dan nomor dua ayam geprek 3 juta kali. Kuliner masih jadi primadona utama bersama fashion tentu saja. Namun saya ingatkan bahwa perlu inovasi untuk bisa masuk dan bertahan di E-commerce,” tandasnya. 

Di acara iPreneur sendiri tiga narasumber menyampaikan pengalamanan pada peserta UMKM di DIY. Rifki Ali Hamidi, founder Busana Mandiri Corp Kulonprogo yang sukses membangun Kertabumi Batik serta Januar Rusdianto dari Daya Program Development Head Bank BTPN juga membagikan informasi menarik bagi peserta. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI