Cari Korban Longsor, Unit K9 Polsatwa DIY Kerahkan Anjing Pelacak

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL, KRJOGJA.com – Upaya pencarian dua warga yang tertimbun longsor di Dusun Kedungbuweng RT 02 Wukirsari Imogiri Bantul terus dilakukan, Senin (18/3/2019). Semua unsur dikerahkan termasuk melibatkan Unit K9 Polsatwa DIY untuk melakukan pelacakan SAR terhadap korban yang tertimbun longsor.

Kanit Satwa AKP drh Adi Purnomo mengatakan, dalam pelacakan ini pihaknya menurunkan 6 anggota K9 dan 2 (anjing) unit K9 Pelacak SAR. "Korban belum ketemu dan terus dilakukan pencarian yang sementara masih difokuskan di lokasi longsor, karena korban tertimbun di dalam rumah. Jika cuaca mendukung dan penerangan siap, pencarian akan tetap dilanjutkan di malam hari," kata Adi kepada KRJOGJA.com. Upaya pencarian melibatkan berbagai unsur Polri, TNI, Dinas PU, Basarnas, BPBD, RAPI Bantul, ACT, FTRB Imogiri dan relawan Bantul.

Terpisah Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Biwara Yuswantana mengatakan, Kabupaten Bantul menjadi wilayah terparah terdampak bencana banjir dan longsor. Ini bisa dilihat dari banyaknya wilayah serta korban terdampak. "Bantul paling parah, indikatornya paling banyak kecamatannya yang terdampak dan korbannya juga paling banyak," terang Biwara di Pusdalops BPBD DIY, Senin (18/3/2019).

Menurut Biwara, data sementara yang berhasil dihimpun BPBD DIY hingga Senin (18/3/2019) pukul 02.45 WIB, total penyintas bencana banjir dan longsor di DIY mencapai 5.046 orang yang tersebar di 23 titik pos evakuasi. Setelah proses evakuasi kemarin, BPBD DIY saat ini memfokuskan pada upaya normalisasi dan melakukan pendataan dampak kerugian akibat bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di DIY.

"Sekarang tim di lapangan masih melakukan pendataan dan inventarisasi kerusakan termasuk (bangunan) masjid dan sekolah. Untuk menentukan kerugian perlu data lebih lengkap dan cermat. Sedangkan warga dewasa kembali ke rumah untuk melakukan pembersihan lingkungan dan jalan akibat banjir dan longsor," katanya. (Dev)

 

BERITA REKOMENDASI