Cegah Abrasi, Warga Pasang Benteng Pengaman Rumah

BANTUL, KRJOGJA.com – Longsor akibat gerusan air sungai Oya yang mengancam empat rumah warga di Dusun Wunut Desa Sriharjo Imogiri Bantul menjadi keprihatinan banyak pihak. Mencegah kerusakan terus meluas,  akhirnya warga memasang pangaman sendiri dengan bambu dan karung berisi tanah urug. Langkah tersebut diambil lantaran tidak ada pilihan lain untuk melindungi tempat tinggalnya dari gerusan air Sungai Oya. Sementara Paguyuban Dukuh Desa Sriharjo Kecamatan Imogiri Bantul secara khusus menggalang dana untuk membantu masyarakat Wunut.

Ketua Paguyuban Dukuh Desa  Sriharjo Kecamatan Imogiri, Sulistiyo Priyadmadi, Minggu (18/2) mengatakan, gerakan spontan dari rekan sejawatnya karena merasa prihatin melihat kerusakan bantaran Sungai Oya itu. Warga dikawasan itu dibekap kepanikan setelah tanah dihalaman rumahnya terus longsor tanpa bisa dihentikan. Ketika tidak segera dipasang pengaman, empat rumah di tepi Sungai Oya itu dipastikan bakal ambruk.

"Di Desa Sriharjo ini ada 13 dusun, atas kespekatan bersama kami memberikan material urug," ujar Sulistiyo.

Dijelaskan, sejak peristiwa abrasi akibat gerusakan air Oya dikawasan itu terjadi beberapa waktu lalu. Warga bingung langkah yang diambil untuk melindungi rumahnya.  

"Kami merasa prihatin dengan musibah yang dialami suadara kami di Wunut, beban mereka juga beban kami. Oleh karena itu kami tidak akan membiarkan mereka berjuang sendiri," ujar Sulistiyo.

Meski material urug yang diberikan tidak seberapa, namun hal tersebut diyakini jadi motivasi warga agar tidak nglokro.  Sementara Ketua RT 06 Wunut Kedungmiri Sriharjo Kecamatan Imogiri, Subandi  mengatakan, langkah memasang pathok bambu di lokasi longsor salah satu upaya mencegah abrasi meluas. Karena setelah pathok dipasang, langsung ditimbun dengan karung berisi tanah.  Subandi dan warga lainnya sangat khawatir hujan yang masih turun bakal mengikis tanahnya halamannya sampai habis.

"Kami dengan warga lainnya terus berusaha menjaga agar tanah ini hilang tergerus air, salah satu langkah yang kami bisa dilakukan adalah dengan memasang pathok dan karung ini," ujarnya.

Hanya dengan pathok bambu ditopang dengan karung berisi material lahan di Wunut bisa terlindungi.  Subandi sebagai ketua  RT sangat berharap hujan segera reda agar tidak mengancam rumahnya.  Setelah  bangunan diujung dusun mulai ambrol hingga kini  longsor terus terjadi. Bahkan  sudah mendekati rumah warga. (Roy)

 

BERITA REKOMENDASI